Pemerintah Akan Tanggung Biaya Kerusakan Akibat Gempa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa pemerintah akan menanggung biaya kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) dengan magnitudo 7,6. Pernyataan ini disampaikan oleh Suharyanto setelah melakukan peninjauan ke salah satu lokasi yang terdampak di Manado.
“Untuk rumah masyarakat yang rusak, akan diperbaiki oleh pemerintah. Polanya sama seperti di daerah bencana lain. Rumah rusak ringan dan sedang akan diperbaiki, sementara yang rusak berat akan diganti (pembangunan baru). Mekanismenya nanti melihat pengajuan dan kemampuan fiskal daerah, jika diserahkan ke pusat, maka pusat akan ambil alih,” ujar Suharyanto dalam keterangannya.
Bantuan untuk Keluarga Korban Meninggal Dunia
Suharyanto menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) sudah memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat gempa. Diketahui, ada satu warga Manado yang meninggal dunia usai gempa terjadi. Ia juga datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Pasokan Listrik dari PLTP Lahendong Dipastikan Aman
Pasca-gempa M 7,3, pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong dipastikan aman. Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam pemulihan pasca-bencana.
Perintah Presiden Prabowo untuk Memeriksa Kondisi di Lapangan
Dalam kesempatan itu, Suharyanto mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan agar kondisi di lapangan diperiksa secara langsung. “Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami langsung memastikan kondisi di lapangan. Tadi malam begitu sampai, kami melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur TNI-Polri dan Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Utara. Penanganan awal sudah dilakukan dengan sangat baik dan terpadu,” kata dia.

Status Tanggap Darurat Bencana
Terkait status tanggap darurat, BNPB menyebut bahwa pemerintah daerah akan menetapkannya. Suharyanto juga menyampaikan bahwa usai gempa M 7,6, BMKG mencatat ada 401 gempa susulan. “Bapak Kepala BMKG menginformasikan ada 401 kali gempa susulan, namun tidak ada yang kekuatannya melebihi gempa awal. Trennya menurun. Kita akan pantau terus hingga satu minggu ke depan sampai ada rilis resmi dari BMKG mengenai aktivitas energi gempa ini,” ucap dia.

Update Kerusakan Akibat Gempa Magnitudo 7,6 di Sulut-Malut
Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan magnitudo 7,6 menimbulkan dampak yang cukup besar. Berbagai fasilitas umum, infrastruktur, dan rumah penduduk mengalami kerusakan. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk pemeriksaan kondisi di lapangan, bantuan sosial bagi korban, serta pemulihan infrastruktur.
Selain itu, proses pemulihan akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan instansi terkait. Pemantauan terhadap gempa susulan juga dilakukan secara intensif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah terdampak.







