Categories: Nasional

Pembiayaan PPPK Kuansing Terancam, Pemkab Butuh PAD Rp 400 Miliar

Peningkatan PAD Kuansing untuk Menjaga Kestabilan Keuangan Daerah

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menetapkan target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga minimal Rp 400 miliar. Target ini menjadi penting dalam menjaga keberlanjutan pembiayaan pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta pembangunan infrastruktur daerah.

Wakil Bupati Kuansing, Mukhlisin, menyatakan bahwa angka PAD tersebut merupakan batas ideal agar beban keuangan daerah tetap stabil di tengah penambahan jumlah PPPK. Ia menjelaskan bahwa saat ini APBD Kuansing berada di kisaran Rp 1,4 triliun dengan PAD hanya sebesar Rp 179 miliar, yang dinilai sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan operasional.

“Dengan penambahan pegawai status PPPK, kita harus naikkan PAD hingga Rp 400 miliar. Jika APBD kita masih di kisaran Rp 1,4 triliun dengan PAD di dalamnya hanya Rp 179 miliar, sangat sulit,” ujar Mukhlisin.

Ia menambahkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tekanan besar, terutama pada sektor belanja pegawai yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data tahun anggaran 2026, belanja pegawai di Kuansing bahkan telah mencapai 65,8 persen dari total APBD. Angka ini jauh melampaui batas ideal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) mengatur bahwa belanja pegawai maksimal hanya 30 persen dari APBD. Mukhlisin mengingatkan bahwa aturan tersebut akan semakin ketat diberlakukan dalam waktu dekat, sehingga pemerintah daerah harus segera melakukan penyesuaian.

“UU Nomor 1 Tahun 2027 itu sudah akan berlaku pada 2027. PAD harus dinaikkan secara signifikan agar PPPK bisa kita selamatkan,” tegasnya.

Strategi Peningkatan PAD

Sebagai langkah strategis, Pemkab Kuansing mulai mengkaji berbagai sumber pendapatan baru yang berpotensi meningkatkan PAD secara signifikan. Salah satu opsi yang tengah didorong adalah penerapan retribusi terhadap Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebesar Rp 20 per kilogram.

Retribusi tersebut direncanakan akan dipungut dari seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di wilayah Kuansing. “Ini salah satu opsi yang bisa kita dorong untuk meningkatkan PAD. Ini gagasan Pak Bupati Suhardiman yang sangat realistis,” jelas Mukhlisin.

Ia menambahkan, penerapan retribusi tersebut tetap harus memiliki dasar regulasi yang kuat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Rencananya, retribusi akan dipungut melalui penyediaan jasa timbangan yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah daerah di setiap PKS.

Menurut Mukhlisin, kehadiran timbangan milik pemerintah justru akan memberikan manfaat bagi petani, karena hasil penimbangan akan lebih akurat dan transparan. “Timbangan itu lebih akurat dan ditera secara berkala oleh pemkab, sehingga petani tidak dirugikan,” pungkasnya.

Potensi Pendapatan Baru untuk PAD

Selain retribusi TBS, Pemkab Kuansing juga sedang mengevaluasi berbagai sumber pendapatan lainnya yang dapat mendukung peningkatan PAD. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain:

  • Penambahan pajak daerah berbasis potensi ekonomi lokal.
  • Pengembangan sektor pariwisata dan UMKM dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya daerah.
  • Pemanfaatan aset daerah seperti tanah dan bangunan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Dengan berbagai strategi ini, diharapkan PAD Kuansing dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu mendukung pengeluaran daerah yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Tantangan dan Harapan

Meskipun ada banyak potensi pendapatan, Pemkab Kuansing juga menghadapi tantangan dalam penerapan kebijakan ini. Salah satunya adalah koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pelaku usaha dan masyarakat. Selain itu, diperlukan juga kebijakan yang jelas dan transparan agar tidak menimbulkan konflik atau penolakan dari masyarakat.

Mukhlisin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk memastikan bahwa semua kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan daerah. Dengan komitmen ini, diharapkan Kuansing dapat mencapai target PAD yang ditetapkan dan menjaga kestabilan keuangan daerah di masa depan.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Jatuhkan 2 Pesawat Tempur AS, Iran Umumkan Hadiah untuk Cari Pilotnya

Kekacauan di Timur Tengah Setelah Jet Tempur AS Dihancurkan Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin…

56 menit ago

Pemadaman listrik hari ini, Senin 13 April 2026

YOGYAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UPPP) Yogyakarta dan Wonosari memberikan informasi…

59 menit ago

Kakak Beradik di Muba Ditangkap Bawa Sabu, Jaringan Lintas Provinsi Dibongkar

Penangkapan Dua Kakak Beradik Pengedar Narkoba di Muba Polisi berhasil menangkap dua kakak beradik yang…

2 jam ago

7 Kekalahan Persib Bandung Usai Kalah dari Bali United, Jalannya Juara Semakin Mudah?

Daftar Lawan Persib Bandung di Sisa Kompetisi Setelah meraih kemenangan penting atas Bali United dalam…

2 jam ago

Muscab PKB Nganjuk 2026 Selesai, Ini 5 Nama Kandidat Ketua DPC Muncul

Muscab PKB Nganjuk 2026 Menghasilkan Lima Calon Ketua DPC Pada tanggal 4 April 2026, Partai…

2 jam ago

Pembaruan klasemen Liga Inggris: Chelsea kalah, Palace menang, Tottenham kalah

Hasil Pertandingan dan Klasemen Liga Inggris Pekan ke-32 Pada hari Minggu (12/4/2026), pekan ke-32 Liga…

2 jam ago