Sholat Dhuha (bahasa Arab: صلاة الضحى, translit. ṣalatuḍ ḍuḥā) adalah salat sunah yang dilakukan oleh seorang Muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul enam atau tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Dalam praktiknya, Sholat Dhuha dapat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan pelaksanaan setiap dua rakaat diakhiri salam.
Umat Islam dapat mengerjakannya di sela aktivitas pagi sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan, kesempatan, dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Tak hanya itu, Sholat Dhuha dikenal sebagai amalan untuk memohon kelapangan rezeki, pengampunan dosa, serta pahala yang berlipat ganda.
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala.”
Berikut tata cara sholat dhuha:
Berdiri lagi
Rakaat Kedua
Berikut bacaan Surah Ad-Dhuha:
وَالضُّحٰىۙ
“Wad duhaa”
Artinya: “Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),”
وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ
“Wal laili iza sajaa”
Artinya: “dan demi malam apabila telah sunyi,”
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىؕ
“Ma wad da’aka rabbuka wa ma qalaa”
Artinya: “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,”
وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰىؕ
“Walal-aakhiratu khairul laka minal-uula”
Artinya: “dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.”
وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰىؕ
“Wa la sawfa y’utiika rabbuka fatarda”
Artinya: “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”
اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى
“Alam ya jidka yatiiman fa aawaa”
Artinya: “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),”
وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى
“Wa wa jadaka daal lan fahada”
Artinya: “dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”
فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ
“Fa am mal yatiima fala taqhar”
Artinya: Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ
“Wa am mas saa-ila fala tanhar”
Artinya: “Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).”
وَاَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ
“Wa amma bi ni’mati rabbika fahad dith”
Artinya: “Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”
Berikut bacaan doa setelah sholat dhuha atau doa sholat dhuha:
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka.
Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin.
Artinya:
“Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh”.
Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan pagi memiliki banyak keutamaan. Berikut adalah beberapa keutamaan Sholat Dhuha yang dapat menjadi inspirasi bagi umat Muslim:
Penghapus Dosa
Sholat Dhuha memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa-dosa yang telah dilakukan.
Rasulullah SAW bersabda, “Di setiap sendi tubuh manusia terdapat sedekah setiap pagi. Setiap tasbih (yang diucapkan) adalah sedekah, setiap tahmid (yang diucapkan) adalah sedekah, setiap tasbih (yang diucapkan) adalah sedekah, dan dua rakaat Sholat Dhuha yang diwiridkan (dilakukan dengan rutin) adalah gantinya.” (HR Muslim)
Penyebab Kesejahteraan
Melalui Sholat Dhuha, seseorang dapat meraih kesejahteraan baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Rasulullah SAW bersabda, “Di setiap pagi, ada sedekah pada setiap sendi tulang dari setiap orang di antara kamu. Dan setiap tasbih adalah sedekah. Setiap Tahmid adalah sedekah, setiap Tahlil adalah sedekah, dan setiap takbir adalah sedekah, dan perintah yang ma’ruf adalah sedekah, dan mencegah yang munkar adalah sedekah, dan dua rakaat yang dikerjakan di waktu Dhuha adalah gantinya.” (HR Muslim)
Diberi Rezeki yang Luas
Sholat Dhuha juga dihubungkan dengan keberkahan rezeki.
Rasulullah SAW bersabda, “Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, pada setiap sendinya wajib dikeluarkan sedekah. Maka dari itu, setiap orang di antara kamu wajib melakukan tasbih pada setiap sendi badannya. Setiap tasbih itu adalah sedekah. Kemudian berikanlah dua rakaat sebagai sholat Dhuha yang bisa memberikan keberkahan pada hari kalian.” (HR Ahmad)
Mendapatkan Pahala Seperti Umrah
Salah satu keutamaan Sholat Dhuha adalah mendapatkan pahala setara dengan umrah.
Rasulullah SAW bersabda, “Di antara sholat yang Allah azza wa jalla perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, sholat di waktu malam dan sholat di waktu siang (Dhuha). Dan sholat Dhuha itu adalah pahala umrah.” (HR At-Tirmidzi)
Mendapat Perlindungan dari Kesulitan
Melakukan Sholat Dhuha dapat menjadi benteng perlindungan dari kesulitan dan cobaan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.” (HR At-Tirmidzi)
Dampak Krisis BBM di Asia Akibat Konflik Timur Tengah Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan…
Jadwal dan Hasil Balapan MotoGP Spanyol 2026 Balapan utama pada MotoGP Spanyol 2026 akan berlangsung…
Penyanyi Denada akhirnya bertemu dengan putra kandungnya, Ressa Rossano. Setelah pertemuan tersebut, Denada merasa ingin…
Istighosah Kubro di Jakarta Selatan untuk Perdamaian Dunia Kegiatan istighosah kubro digelar di kawasan Kampung…
WhatsApp Semakin Canggih: Terjemahan Otomatis Hadir untuk Komunikasi Tanpa Batas Dunia komunikasi digital terus berkembang,…
Ribuan Jemaat GMIM Imanuel Bahu Ikuti Pawai Obor Malam Paskah Ribuan anggota jemaat Gereja Masehi…