MALANG—Baliho promosi film “Aku Harus Mati” yang menyasar kelompok rentan yang sedang berjuang dengan kesehatan mental, tampaknya menjadi perhatian serius dari para ahli psikologi. Kata-kata seperti “Aku Harus Mati” bisa dianggap sebagai senjata tajam yang berpotensi memicu dampak buruk.
May Lia Elfina, dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyoroti fenomena shock marketing yang semakin meresahkan. Menurutnya, tindakan ini bisa sangat berbahaya dan membahayakan nyawa seseorang. “Ini tindakan ceroboh yang bisa mengancam keselamatan,” ujarnya pada Sabtu (11/4/2026).
Dari perspektif psikologi klinis, pemasangan pesan ekstrem di ruang publik tidak dapat dibenarkan. May menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara ruang publik dan bioskop. Bioskop adalah ruang privat di mana penonton secara sadar memilih untuk menonton, sementara ruang publik memaksa semua orang melihat tanpa bisa menghindar. Hal ini menciptakan paparan stimulus psikologis yang sama sekali tidak terkontrol.
Kalimat “Aku Harus Mati” yang bersifat absolut dan tanpa konteks bisa menjadi pemicu yang sangat berbahaya. Bagi individu dengan riwayat depresi, trauma, atau ide bunuh diri, pesan ini seolah memvalidasi pikiran negatif mereka. Apalagi, manusia memiliki kecenderungan negativity bias, di mana otak secara otomatis lebih peka menyerap informasi negatif.
“Pesan ini sangat berbahaya karena bisa memicu relapse atau serangan panik secara mendadak. Secara psikologis, manusia merespons ancaman melalui melawan, lari, diam, atau tunduk. Melihat pesan sekasar ini bisa langsung mengaktifkan amigdala dan memicu stres akut di tempat,” tegasnya.
Menurutnya, ancaman ini menjadi lebih memprihatinkan jika baliho tersebut dilihat oleh anak-anak dan remaja. Karena kemampuan regulasi emosi mereka belum matang, mereka cenderung menangkap pesan tersebut secara harfiah. Paparan seperti ini berisiko membentuk pola pikir negatif dan menormalisasi gagasan tentang kematian sebagai jalan keluar dari masalah.
May juga menyoroti garis tipis antara edukasi kesehatan mental dan sekadar mencari sensasi. Edukasi yang benar seharusnya memberikan konteks, solusi, dan harapan. Sebaliknya, baliho tersebut dinilai murni mencari sensasi kejut tanpa memedulikan tanggung jawab moral.
Promosi isu mental yang provokatif tanpa mencantumkan pesan solusi atau nomor hotline bantuan berisiko tinggi memunculkan Werther effect, yakni fenomena psikologis di mana paparan tentang bunuh diri justru memicu perilaku sugesti pada orang lain. “Mengingat kasus bunuh diri di Malang belakangan ini cukup tinggi, stimulus provokatif seperti ini bisa menjadi penguat risiko yang memperburuk kondisi psikologis masyarakat,” ungkap May memperingatkan dampak fatal dari strategi promosi tersebut.
Sebagai solusi, dia mendorong industri kreatif untuk lebih bijak. Mengangkat isu kesehatan mental dalam karya film adalah hal yang sah, namun pendekatannya tidak boleh eksploitatif. Pembuat konten harus menerapkan prinsip tidak membahayakan, di mana bentuk promosi wajib dibingkai secara positif dan bertanggung jawab.
Melihat besarnya potensi dampak buruk ini, peran ahli dalam mengawasi izin reklame menjadi amat mendesak. Pemerintah daerah memegang kendali penuh untuk menyaring informasi di ruang publik demi keamanan bersama. Kolaborasi strategis dengan psikolog klinis sangat diperlukan untuk menilai tingkat risiko psikologis dari suatu desain iklan sebelum resmi ditayangkan.
“Peran pemerintah daerah sangat krusial dalam menyeleksi konten visual reklame. Pelibatan pakar psikologi kini begitu mendesak agar ruang publik kita tetap aman dan ramah mental bagi siapa saja,” ucapnya.
Prediksi Keuangan Zodiak untuk Besok Ramalan zodiak sering kali menjadi topik yang menarik bagi banyak…
CO.ID, SURABAYA – Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai bahwa kunci kemenangan Persebaya adalah kemampuan mereka…
Perang Timur Tengah: Trump Pastikan Negosiasi Tak Terhambat Meski Pesawat AS Ditembak Presiden Amerika Serikat,…
Kiano dan Kenzo Rayakan Lebaran di Purwakarta, Baim Wong Berjuang Membagi Waktu Baim Wong dan…
Pernyataan Pejabat Keamanan Iran tentang "Kejutan Besar" bagi AS dan Israel Seorang pejabat keamanan Iran…
Inovasi Terbaru BYD dalam Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik BYD, perusahaan otomotif ternama asal Tiongkok, baru…