PNM Cabang Sintang Gelar Kegiatan Knowledge Sharing untuk Penguatan Kepemimpinan dan Program Mekaar
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Sintang terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menggelar kegiatan knowledge sharing bertema penguatan kepemimpinan dan pengembangan program Mekaar, pada hari Sabtu kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh 29 Kepala Unit Mekaar dari enam kabupaten, yaitu Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, Sanggau, dan Landak.
Menariknya, mayoritas peserta yang hadir adalah perempuan yang menjadi ujung tombak pemberdayaan nasabah ultra mikro di wilayah masing-masing. Sebagai BUMN yang fokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha mikro, PNM melalui program Mekaar berperan penting dalam mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis perempuan.
Para nasabah yang didampingi sebagian besar adalah pelaku usaha rumahan, mulai dari kuliner, kerajinan hingga perdagangan kecil, yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Dalam kegiatan tersebut, para Kepala Unit tidak hanya dibekali pemahaman teknis terkait program seperti Lentera, One Peace, serta pengawasan bisnis Mekaar, tetapi juga penguatan kapasitas kepemimpinan.
Materi Penguatan Kepemimpinan
Trainer Rufina Sekunda yang hadir membawakan materi bertajuk “Leading with Impact: Dari Target ke Pengaruh” menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya soal capaian angka, tetapi kemampuan memberi pengaruh positif. Ia menjelaskan bahwa menjadi pemimpin itu dimulai dari hal sederhana: mengenal, memperhatikan, dan menghargai orang lain. Kepemimpinan bukan tentang posisi, tetapi seberapa besar kita memberi perhatian dan pengaruh kepada tim.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kekuatan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. “Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri—bagaimana kita berpikir, bersikap, dan bertindak, sehingga mampu memberi pengaruh positif bagi tim dan hasil kerja,” tambahnya.
Visi PNM dalam Pemberdayaan Ekonomi
Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Sintang, Alfin Tramara Arisyuhita, menegaskan bahwa keberhasilan program Mekaar tidak semata dilihat dari sisi bisnis, tetapi juga dampak sosial yang dihasilkan. “Keberhasilan Mekaar diukur dari sejauh mana program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PNM memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dengan menjadikan perempuan sebagai motor utama. Para Kepala Unit diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga mampu membangun kemandirian, kreativitas, serta keberlanjutan usaha para nasabah.
Antusiasme Peserta dalam Diskusi Aktif
Kegiatan berlangsung penuh antusiasme, diwarnai diskusi aktif dan berbagi pengalaman antarwilayah. Di akhir acara, seluruh peserta berkomitmen untuk terus menghadirkan kepemimpinan yang berdampak bagi tim, nasabah, dan masyarakat luas.







