Gubernur Hidayat Arsani Ajak Warga Lindungi Cheng Beng sebagai Penghormatan pada Leluhur

Perayaan Cheng Beng di Bangka Belitung: Pelestarian Budaya dan Persatuan

Perayaan Cheng Beng yang rutin digelar setiap tahun di Bangka Belitung tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga simbol penting dalam menjaga nilai-nilai kehormatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Tradisi ini harus terus dilestarikan oleh masyarakat agar tidak dilupakan oleh generasi mendatang.

Puncak perayaan Cheng Beng kali ini berlangsung meriah di Kawasan Kampung Bintang, Kecamatan Bukit Bintang, Pangkalpinang pada malam hari tanggal 4 April 2026. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang menyampaikan pesan penting tentang pelestarian budaya. Ia hadir dan disambut dengan aksi Wushu, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap tradisi yang memiliki makna mendalam.

Bacaan Lainnya

Gubernur Hidayat Arsani mengatakan bahwa Cheng Beng bukan sekadar ritual keagamaan atau budaya semata, melainkan bentuk penghormatan terhadap leluhur serta penjagaan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa tradisi ini menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan hubungan antar keluarga maupun komunitas.

“Tradisi Cheng Beng ini yang biasa kita kenal sebagai sembahyang kubur sampai saat ini tidak pernah dilupakan. Sanak saudara dari berbagai kalangan, walau sudah tinggal jauh baik itu di luar kota sampai yang tinggal di luar negeri pun semua kembali pulang dan berkumpul untuk menghormati dan mendoakan para leluhur, orang tua dan saudara-saudara yang telah mendahului,” ujar Gubernur Hidayat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Cheng Beng adalah fondasi bagi keharmonisan masyarakat. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menghargai sejarah, menjaga silsilah keluarga, serta memelihara rasa bakti dan kehormatan.

“Momen ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan baik, saling menghargai, dan mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan antar komunitas. Di sinilah letak kekuatan persatuan kita, melalui tradisi ini tidak lain untuk mempersatukan Babel menjadi lebih baik dan dikenal sampai keluar kota,” tambahnya.

Festival Kampung Bintang dan Peran UMKM

Festival Kampung Bintang yang diadakan pada tanggal 3-5 April 2026 menampilkan berbagai kesenian dan budaya Tionghoa, seperti aksi Wushu, barongsai, kolaborasi fashion show antar agama, hingga kuliner halal yang ditampilkan dalam bazar UMKM. Acara ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ajang perekonomian bagi masyarakat.

Gubernur Hidayat Arsani berharap melalui festival ini, UMKM dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Babel. Menurutnya, UMKM yang ada di sepanjang jalan Kampung Bintang adalah langkah strategis pemerintah daerah untuk membangkitkan ekonomi rakyat.

“Semoga melalui perayaan Cheng Beng ini, nilai-nilai bakti, hormat, dan persaudaraan semakin tertanam kuat di hati kita semua. Mari kita jadikan tradisi ini sebagai sarana untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis, damai, dan sejahtera. Festival ini dari rakyat dan untuk rakyat,” tutup Gubernur Hidayat.

Antusiasme Masyarakat dan Harapan Masa Depan

Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengungkapkan antusiasme masyarakat yang sangat luar biasa dalam menyambut tradisi Cheng Beng. Ia mengucapkan terima kasih kepada warga Tionghoa yang telah mudik ke Babel untuk menghormati dan mendoakan para leluhur mereka.

“Melalui event ini, saya berharap Makam Sentosa yang memiliki luas hampir 40 hektar dan menjadi salah satu pemakaman Tionghoa terbesar di Asia Tenggara bisa terdaftar sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya.

Selain itu, Anggota Komisi I DPR RI Ir. Rudianto Tjen menjelaskan bahwa perayaan Cheng Beng bukan hanya sekedar perayaan, melainkan dirancang oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang sebagai sarana hiburan dan untuk mempererat silaturahmi antar seluruh lapisan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi keharmonisan masyarakat Babel ini. Selain Festival Cheng Beng ini, kita juga akan mengadakan perayaan untuk hari besar agama lain seperti Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj sehingga umat beragama mendapatkan momen perhatian yang sama dari pemerintah,” ungkapnya.

Tokoh agama Tionghoa Yohanes Bunanda juga menyampaikan harapan agar tradisi Cheng Beng dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan dinikmati oleh setiap kalangan di masyarakat Babel. Ia berharap pemerintah akan selalu memberikan dukungan untuk melestarikan tradisi ini bersama-sama.

Penutup

Acara puncak Cheng Beng ini berlangsung dengan lancar dan tertib, dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat, termasuk Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Pejabat (Pj) Sekretariat Daerah Babel, Danrem 045/Garuda Jaya, Wakapolda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias merayakan tradisi tahunan tersebut.

Pos terkait