Categories: Olahraga

Ribuan Pelari Hadir di Suroboyo 10K, Surabaya Tawarkan Jalur Ikonik Pusat Kota

Ajang Suroboyo 10K akan Digelar pada 7 Juni 2026 dengan Target Peserta 3.000 Orang

Ajang lari terbesar di Surabaya, Suroboyo 10K, akan digelar pada 7 Juni 2026 mendatang. Event ini memiliki target peserta sebanyak 3.000 orang yang akan berlari melintasi rute ikonik pusat kota Surabaya. Rute lomba akan dimulai dan berakhir di Balai Kota Surabaya, menjadikannya sebagai salah satu event lari bergengsi di Indonesia.

Suroboyo 10K merupakan bagian dari The Ultimate 10K Series yang disponsori oleh Bank BJB. Sebagai kota kedua setelah Bandung dalam rangkaian seri lomba lari bergengsi tersebut, Surabaya menawarkan pengalaman berlari yang unik dengan atmosfer urban khas kota metropolitan.

Rute Lari yang Menyuguhkan Pengalaman Berbeda

Event ini diproyeksikan mendorong pertumbuhan sport tourism di Surabaya. Rute lomba akan melintasi kawasan Basuki Rahmat dengan start dan finish di Balai Kota. Rute tersebut dipilih karena memberikan pengalaman berlari yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menyuguhkan pemandangan kawasan ikonik kota.

Peserta akan melewati jalan protokol yang lebar, deretan bangunan heritage, serta suasana urban yang khas Surabaya. Karakteristik kota ini diyakini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelari luar daerah yang ingin mencatat personal best di sini.

Dukungan untuk Pertumbuhan Sport Tourism

Menurut Event Partnership & Sponsorship Manager Harian Kompas Ari Setiawan, Surabaya dipilih sebagai salah satu tuan rumah karena memiliki karakter kota yang kuat. Selain itu, Surabaya juga memiliki sejarah panjang yang bisa menjadi inspirasi bagi peserta.

“Surabaya kita pilih karena ini kota dengan karakter yang kuat. Banyak sejarah besar dimulai dari Surabaya. Spirit itu yang ingin kami hadirkan dalam Suroboyo 10K,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekitar 20 hingga 25 persen peserta diprediksi berasal dari luar Surabaya. Kondisi ini diyakini dapat menggerakkan okupansi hotel, kunjungan wisata, hingga sektor kuliner. “Surabaya punya daya tarik wisata kota yang kuat. Dengan peserta dari luar daerah, event ini tentu ikut menghidupkan ekosistem wisata dan ekonomi kota,” tambahnya.

Sistem Lari yang Ramah Terhadap Pengguna Jalan

Sebagai ajang race, Suroboyo 10K akan menerapkan sistem lomba kompetitif dengan cut off time dua jam serta cut off point di kilometer lima sekitar 50 menit. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas race sekaligus meminimalkan gangguan lalu lintas.

“Kami ingin event ini juga ramah terhadap pengguna jalan. Jadi ketika pelari bergerak cepat dan selesai tepat waktu, penutupan jalan tidak terlalu lama sehingga aktivitas kota tetap berjalan baik,” terang Ari.

Pendaftaran dan Kategori Peserta

Pendaftaran early bird akan dibuka dalam waktu dekat, kemudian dilanjutkan penjualan reguler pada pertengahan April 2026. Selain kategori satu kota, peserta juga dapat mendaftar untuk seluruh seri di empat kota sekaligus demi mengejar medali khusus finisher The Ultimate 10K Series.

Ke depan, penyelenggara menargetkan Suroboyo 10K berkembang menjadi event lari paling prestisius di Surabaya, termasuk dengan mendorong sertifikasi resmi rute hingga standar internasional.

“Kalau tahun pertama ini berjalan baik, kami akan tingkatkan skala event, jumlah peserta, hingga sertifikasi rute. Target akhirnya tentu menjadikan Suroboyo 10K sebagai ajang lari paling bergengsi di Surabaya,” tegas Ari.

Dukungan dari Bank BJB

Group Head Marketing Bank BJB Purwana Bagja menegaskan dukungan terhadap Suroboyo 10K merupakan bagian dari komitmen Bank BJB dalam mendorong gaya hidup sehat dan mendukung komunitas olahraga di berbagai daerah.

“Kami melihat Suroboyo 10K bukan sekadar event, tetapi momentum untuk mengumpulkan orang-orang dengan energi yang sama dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.

Manager Marketing Communication Bank BJB Giant Darma menambahkan bahwa keterlibatan Bank BJB di Surabaya juga menjadi strategi memperluas kedekatan merek dengan masyarakat di luar wilayah utama Bank BJB.

Melalui ajang ini, Surabaya tak hanya menjadi tuan rumah lomba lari nasional, tetapi juga menegaskan diri sebagai kota yang ramah terhadap perkembangan olahraga lari sekaligus destinasi sport tourism baru di Indonesia.

“Surabaya menjadi kota penting bagi kami untuk memperluas engagement. Kami ingin lebih dekat dengan komunitas dan masyarakat melalui event yang positif seperti ini,” kata Giant.


Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Partai Politik Boleh Ikut Serta dalam Pemilihan Nama Halte Stasiun, Pramono: Dana untuk Proyek Pembangunan Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Partai Politik Ikut dalam Skema Naming Right Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

4 menit ago

Peran Dolar AS pada Harga Emas: Mengapa Rupiah Melemah Bikin Emas Mahal?

Peran Dolar Amerika Serikat dalam Pergerakan Harga Emas di Indonesia Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi…

18 menit ago

PLN: SPKLU Kendaraan Listrik Menyebar di Kalbar

Penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Kalimantan Barat Pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus…

24 menit ago

Lirik Lagu Terakhir Danilla

Karya Terbaru Danilla Riyadi yang Menggugah Perasaan Penyanyi ternama Danilla Riyadi kembali memperkenalkan karya terbarunya…

1 jam ago

Durian dan Keguguran: Mitos atau Fakta? Cek Sebelum Hamil!

Mengurai Mitos dan Fakta: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Kehamilan adalah masa penuh kebahagiaan, namun…

1 jam ago

Misa Paskah Kedua 6 April 2026: Renungan Harian Katolik Lengkap

Ringkasan Berita Berikut adalah teks misa Paskah yang disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.…

1 jam ago