Categories: Lokal

Cahaya aneh di langit Lampung membanjiri warga, para ahli mengklaim bukan meteor

Fenomena Benda Bercahaya di Langit Lampung

Pada malam hari Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 20.15 WIB, warga Provinsi Lampung dihebohkan oleh penampakan benda bercahaya misterius yang melintas di langit. Benda tersebut tampak terpecah dengan ekor cahaya panjang, sehingga sempat dikira sebagai meteor, komet, atau bahkan rudal. Penampakan ini menimbulkan banyak spekulasi dan kebingungan di kalangan masyarakat.

Banyak warga mengaku terkejut dengan fenomena ini. Beberapa dari mereka mengira bahwa benda tersebut adalah komet, sementara yang lain menyebutnya mirip dengan rudal balistik. Kehebohan ini juga menyebar melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan X, di mana video viral tentang benda misterius tersebut mulai menyebar.

Penampakan yang Menarik Perhatian

Fenomena yang dilaporkan menyerupai roket atau meteor ini menarik perhatian warga Desa Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, yang terletak dekat kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas. Benda tersebut tampak terbagi menjadi beberapa pecahan dengan ekor cahaya cukup panjang, menyerupai hujan meteor dan rudal dengan ekor yang panjang. Cahaya itu kemudian menghilang setelah melesat beberapa detik.

Seorang pengguna Facebook bernama Mochtar Syafaat mengunggah pesan yang meminta warga untuk memastikan apakah mereka juga melihat fenomena tersebut. Ia menulis:

“ADA YANG LIHAT JUGA GAK? BARUSAN BANGET!
Lagi santai depan rumah, tiba-tiba warga Lampung dikejutkan sama penampakan cahaya misterius di langit sekitar pukul 20.15 WIB malam ini.
Bentuknya memanjang dan bergerak cepat, mirip banget sama ekor rudal atau meteor yang melintas di balik awan!
Ada yang sempat foto atau videoin?
Kira-kira itu apa ya? Satelit jatuh, meteor, atau emang ada latihan militer? Coba yang di daerah Bandar Lampung, Metro, Pringsewu, atau Lamsel absen dulu, kelihatan nggak dari tempat kalian?”

Tanggapan dari Warga

Beberapa warga yang dihubungi mengaku terkejut dengan penampakan tersebut. Ruslan (44) mengatakan bahwa awalnya ia mengira cahaya itu adalah komet. “Saya pikir itu komet, infonya simpang siur, tetapi tetangga bilang bukan. Ramai yang lihat,” kata dia.

Sementara itu, Yani (38) mengatakan bahwa cahaya itu seperti rudal balistik yang terekam dalam serangkaian konflik Amerika – Iran. “Ya kaget, masa rudalnya sampai sini (Indonesia). Ya mirip-mirip rudal,” katanya.

Penjelasan dari Ahli Astronomi

Ahli astronomi Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjelaskan bahwa benda bercahaya yang membuat heboh masyarakat Provinsi Lampung adalah sampah satelit. Dr Annisa Novia Indra Putri, Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), menyatakan bahwa benda tersebut kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body atau tubuh roket dari China.

Menurut Annisa, hasil pengamatan timnya menunjukkan bahwa benda tersebut tidak seperti gerakan meteor pada umumnya. “Kami menganalisis itu bukan dari komet karena dari gerakan ataupun lintasan bahkan dari pecahan yang ada di video tersebut itu bukan ciri-ciri dari komet,” katanya.

Alasan Sampah Antariksa Jatuh ke Bumi

Fenomena jatuhnya benda buatan manusia dari luar angkasa bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin, menjelaskan bahwa satelit atau sisa roket yang berada di orbit rendah (di bawah 1.000 km) terus mengalami hambatan atmosfer. Dengan efek pengereman maka orbitnya makin lama makin rendah, dan akhirnya jatuh.

Bahaya Sampah Antariksa

Meskipun terlihat indah seperti kembang api saat terbakar di atmosfer, sampah antariksa menyimpan ancaman besar bagi misi ruang angkasa. Kecepatan objek di orbit Bumi bisa mencapai 25.200 km/jam, atau sepuluh kali kecepatan peluru. Fragmen kecil tersebut mampu meninggalkan penyok besar pada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bahkan melumpuhkan sistem penerbangan penting.

Apa Itu Sampah Antariksa?

Sampah antariksa atau puing-puing ruang angkasa adalah setiap bagian dari mesin atau puing-puing yang ditinggalkan oleh manusia di ruang angkasa. Sampah antariksa bisa merujuk pada objek besar seperti satelit mati yang gagal atau tertinggal di orbit pada akhir misinya. Hal ini juga bisa merujuk pada hal-hal yang lebih kecil, seperti serpihan atau noda cat yang jatuh dari roket.

Kenapa Ada Sampah Antariksa?

Beberapa objek di orbit rendah dengan jarak beberapa ratus kilometer dapat kembali ke Bumi dengan cepat. Mereka sering memasuki kembali atmosfer setelah beberapa tahun dan, sebagian besar, akan terbakar sehingga tidak mencapai tanah. Tetapi, puing-puing atau satelit yang tertinggal di ketinggian 36.000 kilometer, ketika satelit komunikasi dan cuaca ditempatkan di orbit geostasioner, dapat terus mengelilingi Bumi selama ratusan atau bahkan ribuan tahun.

Bahaya Sampah Antariksa

Bahaya terbesar yang ditimbulkan sampah antariksa adalah terhadap satelit lain di orbit. Satelit-satelit ini harus menghindar dari semua sampah antariksa yang masuk untuk memastikan mereka tidak tertabrak dan berpotensi rusak atau hancur. Secara total, di semua satelit, ratusan manuver untuk menghindari tabrakan dilakukan setiap tahun, termasuk oleh Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).


Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago