Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa sepanjang bulan Maret 2026, terjadi sebanyak 4.618 kali gempa di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 gempa memiliki kekuatan lebih dari magnitudo 5, sementara 4.602 gempa lainnya berkekuatan di bawah magnitudo 5.
Lebih lanjut, BMKG menyebutkan bahwa sebanyak 67 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setiap hari Indonesia mengalami gempa, meskipun sebagian besar dari gempa tersebut memiliki intensitas rendah dan tidak terasa.
“Peristiwa ini wajar karena Indonesia memang berada di wilayah yang sangat aktif secara tektonik,” tulis BMKG di laman resminya.
Selain itu, BMKG juga memberikan informasi terkait aktivitas gempa susulan pasca gempa dengan kekuatan M7,6 yang terjadi di Maluku Utara. Meski masih terjadi, tren aktivitas gempa susulan tersebut menunjukkan penurunan.
BMKG memprediksi bahwa rangkaian gempa ini akan meluruh dalam waktu 2–3 minggu sejak kejadian utama. Namun, getaran masih bisa terasa sewaktu-waktu selama masa peluruhan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada.
Berikut beberapa langkah keselamatan yang disarankan oleh BMKG:
BMKG juga menekankan pentingnya memperoleh informasi hanya dari sumber yang terpercaya. “Pastikan kamu hanya mengakses info dari kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG dan @InfoBMKG agar tidak terpengaruh hoaks,” tulis BMKG.
Dalam situasi gempa, masyarakat perlu memperhatikan informasi yang diberikan oleh lembaga resmi seperti BMKG. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.
BMKG juga merekomendasikan penggunaan aplikasi InfoBMKG dan akun media sosial @InfoBMKG sebagai sumber informasi utama. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh data terkini dan akurat tentang aktivitas gempa serta anjuran keselamatan yang tepat.
Gempa adalah fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik. Meski sebagian besar gempa memiliki intensitas rendah dan tidak terasa, masyarakat tetap perlu waspada dan mengikuti anjuran dari BMKG.
Dengan memahami risiko dan cara menghadapi gempa, masyarakat dapat menjaga keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya. BMKG terus berupaya memberikan informasi yang akurat dan terkini untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi alam yang dinamis.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…