Alvira Nur Azizah, seorang remaja asal Jombang, Jawa Timur, berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan menjadi mahasiswa termuda yang diterima di Program Studi S1 Farmasi di Universitas Airlangga (Unair) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dengan usia hanya 14 tahun, ia menunjukkan kemampuan akademik yang luar biasa dan semangat belajar yang tinggi.
Perjalanan akademik Alvira tergolong sangat cepat sejak kecil. Ia mulai mengenyam pendidikan formal pada usia 3 tahun, setelah orang tuanya memandu kebiasaan unik untuk mendandani anaknya seperti siswa sekolah setiap pagi. Hal ini memicu rasa ingin tahu dan antusiasme Alvira untuk segera masuk ke dunia pendidikan.
Akhirnya, ia diterima di Taman Kanak-Kanak (TK) pada usia sekitar 3 tahun. Meski sempat ada rencana untuk mengulang TK agar lebih matang, pihak sekolah justru menyarankan Alvira langsung melanjutkan ke Sekolah Dasar (SD). Ia pun masuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada usia 5 tahun setelah melalui diskusi dengan pihak sekolah.
Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Alvira menunjukkan kemampuan akademik yang luar biasa. Meskipun usianya dua tahun lebih muda dari teman-temannya, ia tidak kesulitan dalam mengikuti pelajaran maupun bersosialisasi. Bahkan, ia sering menjadi tempat bertanya bagi teman-temannya.
Alvira mengambil jurusan Farmasi Industri di SMK, yang menjadi dasar minatnya pada bidang farmasi. Ketertarikannya pada dunia farmasi membuatnya memilih S1 Farmasi Unair sebagai pilihan tunggal dalam SNBP 2026.
Pengumuman hasil seleksi SNBP menjadi momen yang sangat emosional bagi Alvira. Sepulang sekolah, ia mengaku diliputi rasa cemas sebelum melihat hasil di layar laptopnya. “Waktu itu beneran kaget banget, enggak menyangka, senang banget karena aku sebenarnya cukup nekat pilihnya cuma Unair saja sebagai pilihan tunggal,” ujarnya.
Kekhawatiran itu berubah menjadi tangis bahagia saat layar menampilkan header biru yang menandakan ia diterima di kampus impiannya. Proses pengumuman ini menjadi momen penting dalam perjalanan akademik Alvira.
Banyak yang mengira Alvira memiliki teknik belajar yang sangat ketat. Namun, ia mengaku hanya menjalani proses belajar dengan cara yang santai namun fokus pada bidang yang ia cintai. “Aku sendiri malahan kalau belajar mepet-mepet ujian sih, kalau ada tugas ya dikerjakan, tapi memang di farmasi sendiri sudah nyaman banget dan aku suka, jadi aku tekuni itu,” paparnya.
Dukungan orang tua juga menjadi kunci kesuksesannya. Alvira selalu memegang teguh nasihat untuk patuh kepada guru dan menekuni apa yang sedang dijalani. Semangat dan dukungan ini menjadi fondasi utama dalam perjalanan akademiknya.
Kini, di usianya yang masih sangat belia, Alvira siap melangkah ke jenjang pendidikan tinggi untuk menggapai cita-citanya berkarier di dunia kefarmasian. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, ia menjadi contoh bagi banyak orang bahwa usia bukanlah hambatan dalam meraih impian.
Manfaatkan Layanan Scaling Gigi Gratis Melalui BPJS Kesehatan Banyak orang menghindari prosedur scaling atau pembersihan…
Perampokan Berdarah Nenek 80 Tahun di Jambi Peristiwa tragis terjadi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung…
Prakiraan Cuaca Wilayah Banten Hari Ini Hari ini, Minggu 5 April 2026, prakiraan cuaca di…
Pemain Ipswich Town Asal Asia Berhasil Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026 Selama jeda internasional…
jabar. BOGOR - Perkembangan harga emas batangan di Indonesia pada Minggu, 5 April 2026, menunjukkan…
Peringatan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia BMKG memberikan peringatan…