JAKARTA — Tensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memuncak setelah Presiden AS, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran agar segera mencapai kesepakatan. Jika tidak, ia mengancam akan memberikan hukuman yang sangat berat.
Menurut laporan terbaru, Trump menyampaikan peringatan bahwa “neraka akan menghujani” Iran jika tidak segera menyelesaikan masalah. Ia juga menuntut agar Selat Hormuz kembali dibuka dalam waktu 48 jam. Respons dari pihak militer Iran pun datang dengan tegas, menyatakan bahwa kawasan tersebut akan menjadi “neraka” jika konflik terus berlanjut.
Serangan antar kedua negara terus meningkat. Pada hari Sabtu (4/4), Iran meluncurkan rudal ke wilayah Teluk, Irak, dan Israel. Balasan dari AS dan Israel langsung menyasar fasilitas militer, energi, hingga industri di Iran, termasuk area sekitar pembangkit nuklir Bushehr.
Di sisi lain, pasukan AS dan Iran sedang melakukan pencarian terhadap seorang awak Amerika yang hilang setelah jet tempur F-15 milik AS ditembak jatuh di wilayah selatan Iran pada Jumat. Media AS melaporkan bahwa pilot berhasil diselamatkan. Sementara itu, otoritas Iran menyerukan warga untuk mencari warga Amerika tersebut dalam kondisi hidup dan menawarkan imbalan bagi yang berhasil menangkapnya.
Pesawat A-10 Warthog milik AS yang terlibat dalam misi pencarian dan penyelamatan juga ditembak dan mengalami kerusakan, meski pilotnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Pada 27 Maret, Trump mengumumkan penghentian sementara serangan terhadap fasilitas energi selama 10 hari guna memberi kesempatan bagi Iran untuk “membuat kesepakatan”. Namun, pada Sabtu, lewat platform Truth Social, ia kembali menegaskan bahwa “neraka akan menghujani mereka” jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut atau membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa jika permusuhan meningkat, seluruh kawasan akan berubah menjadi neraka bagi AS. “Ilusi untuk mengalahkan Republik Islam Iran akan berubah menjadi rawa yang menenggelamkan Anda,” ujarnya.
Ketegangan ini terjadi di tengah konflik bersenjata yang telah berlangsung lebih dari satu bulan dan secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia. Penutupan jalur tersebut langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak dari US$73 per barel menjadi di atas US$100 dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan.
Pada Jumat, kapal pengangkut milik perusahaan Prancis menjadi kapal pertama dari perusahaan besar Eropa Barat yang melintasi selat tersebut sejak konflik dimulai. Meski Iran menyatakan kapal “non-hostil” tetap diizinkan melintas, konflik yang terus berlangsung dan serangan terhadap sejumlah kapal telah melumpuhkan aktivitas pelayaran normal.
Sementara itu, AS dan Israel pada Sabtu melanjutkan serangan udara terhadap target militer, energi, dan industri di Iran. Trump juga membagikan video di Truth Social yang diklaim menunjukkan “serangan besar” ke Teheran, meski rekaman tersebut diduga berusia 24 jam. Dalam unggahannya, Trump menyebut “banyak pemimpin militer Iran, yang memimpin dengan buruk dan tidak bijak, telah dilenyapkan, bersama banyak hal lainnya” pascaserangan tersebut.
Teheran belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut, sementara pihak AS juga belum merilis rincian tambahan. Israel melaporkan adanya ledakan di atas Yerusalem, sementara Iran terus melancarkan serangan rudal ke negara-negara Teluk dan Irak. Iran meluncurkan rentetan rudal ke wilayah Israel bagian tengah pada Sabtu. Teheran juga menyatakan area sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr kembali diserang untuk keempat kalinya sejak perang dimulai.
Organisasi Energi Atom Iran melaporkan satu pekerja tewas dalam serangan tersebut, seraya menyalahkan AS dan Israel, meski keduanya belum mengonfirmasi keterlibatan. Bushehr merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir operasional Iran, yang dibangun dengan dukungan Rusia. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah menerima laporan serangan tersebut dan mengungkapkan “keprihatinan mendalam”. “Tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang dilaporkan,” tulis lembaga itu di platform X. IAEA menegaskan fasilitas nuklir dan area sekitarnya “tidak boleh diserang” serta menyerukan “penahanan militer maksimum” guna mencegah risiko kecelakaan nuklir. Pernyataan Iran menegaskan bahwa bagian utama fasilitas tidak mengalami kerusakan dan operasionalnya “tidak terpengaruh”.
Bocoran Spesifikasi Oppo Pad Mini yang Menarik Perhatian Bocoran mengenai Oppo Pad Mini kembali muncul…
Kehadiran Seonu Chan dalam Drama "In Your Radiant Season" Dalam drama "In Your Radiant Season",…
Kekacauan di Lebanon Selatan Memicu Kekhawatiran Serius terhadap Keselamatan Personel PBB Ketegangan kembali memuncak di…
Prakiraan Cuaca Jakarta dan Kepulauan Seribu Pada Hari Ini Jakarta, Minggu (5/4/2026) akan mengalami perubahan…
Serikat Guru Indonesia Minta Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah…
Prakiraan Cuaca Gorontalo: Berawan Disertai Hujan Ringan, Waspadai Perubahan Mendadak Gorontalo, 25 Maret 2026 –…