Mahasiswa dari Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Nduga (HPMN) se-Indonesia Tengah menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait mandeknya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Mereka mengecam keras kekosongan jabatan tersebut yang berlarut-larut tanpa kejelasan pasca-pemilihan Februari lalu.
Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Penanggung Jawab Badan Pengurus HPM Sulawesi Utara (Sulut), Yasenut Kogeya, mahasiswa menilai keterlambatan tersebut berdampak serius terhadap stabilitas pemerintahan daerah serta merugikan masyarakat Nduga yang telah lama menantikan kepastian kepemimpinan. Mereka menyoroti bahwa Sidang Paripurna DPRK Kabupaten Nduga pada 16 Februari 2026 di Kota Jayapura sebenarnya telah melaksanakan proses pemilihan Wakil Bupati. Namun, hingga saat ini, tindak lanjut dari hasil tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.
“Situasi ini menyebabkan ketidakstabilan dalam pemerintahan Kabupaten Nduga. Masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan karena pelayanan publik tidak berjalan maksimal,” demikian pernyataan HPMN yang diterima pada Senin (6/4/2026).
Dalam bagian penilaian, HPMN menilai Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Kabupaten Nduga tidak menunjukkan kinerja yang optimal. Proses penanganan dinilai berlarut-larut tanpa kejelasan. Berikut beberapa poin yang disampaikan oleh mahasiswa:
Dalam pernyataan sikapnya, HPMN menyampaikan sejumlah tuntutan kepada para pemangku kepentingan, di antaranya:
HPMN juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka menekankan bahwa perbedaan dukungan politik tidak boleh berujung pada konflik sosial. Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal proses pemerintahan yang transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Demikian pernyataan sikap kami. Kami akan terus mengawal hingga ada kejelasan penyelesaian,” tutup pernyataan HPMN.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…