Pada hari Jumat (3/4/2026), Iran mengklaim berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur Amerika Serikat. Menurut laporan The New York Times, dua pesawat tersebut adalah A-10 Thunderbolt II atau dikenal sebagai “Warthog” dan F-15E Strike Eagle. Salah satu pesawat jatuh di kawasan Selat Hormuz, sedangkan yang lainnya jatuh di wilayah Iran. Awak pesawat A-10 berhasil diselamatkan, sementara pilot dari pesawat kedua masih dalam pencarian.
Kini, dua helikopter militer AS sedang melakukan misi pencarian pilot yang jatuh di wilayah Iran. Keberhasilan Iran dalam menembak jatuh dua pesawat AS ini secara resmi diungkapkan oleh Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari. Ia menyatakan bahwa Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 milik AS di Iran tengah.
Pernyataan ini dikutip oleh Al Mayadeen. Puing-puing pesawat juga ditampilkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB. Iran pun membuat sayembara khusus untuk mencari pilot pesawat secepatnya. Mereka menjanjikan hadiah berharga kepada siapa saja yang bisa menemukan pilot dan menyerahkannya hidup-hidup ke pihak Iran.
Sayembara tersebut disiarkan melalui televisi Iran kepada warga di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad untuk melaporkan keberadaan pilot AS. “Jika Anda menangkap dan menyerahkan pilot musuh hidup-hidup kepada polisi dan pasukan militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus yang berharga,” demikian isi siaran resmi IRIB.
Menurut catatan Military Machine, harga A-10 Thunderbolt II berkisar antara USD 18,8 juta (sekitar Rp 319 miliar) per unit. Biaya operasional tahunan per pesawat sekitar USD 4,5 juta, dengan biaya per jam terbang antara USD 6.000 hingga USD 17.716. Pesawat ini dikenal hemat biaya karena desain sederhana, mesin kembar TF34 yang andal, serta daya tahan tinggi.
Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa harga jet tempur F-15E Strike Eagle sekitar USD 31,1 juta (Rp 528 miliar). Model terbaru dari pesawat ini mendekati USD 100 juta (Rp 1,6 triliun), dengan biaya operasional per jam terbang antara USD 18.800 hingga USD 27.000.
Militer Iran mengancam akan meluncurkan serangan lebih kuat terhadap AS dan Israel. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim kemampuan rudal Iran telah terbatas. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menepis klaim tersebut, mengutip Anadolu Agency, dan menegaskan bahwa produksi militer strategis Iran tetap berjalan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis rekaman jatuhnya jet tempur yang diduga milik AS di dekat Pulau Kesim. Namun, Komando Pusat AS membantah klaim tersebut dan menyatakan tidak ada pesawat mereka yang jatuh. Media Barat mengutip pejabat AS yang menyebut sebuah jet F-15 jatuh di Iran, dengan pilot masih dalam pencarian.
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, dan negara Teluk, menimbulkan korban jiwa serta gangguan pasar global.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…