Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa sejumlah pihak, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Dalam operasi tersebut, tim KPK berhasil mengamankan total 16 orang. Namun, identitas sebagian besar dari mereka masih belum diungkap ke publik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah kepala daerah aktif. “Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya adalah Bupati Tulungagung,” ujarnya.
Meski demikian, Budi tidak merinci siapa saja 15 orang lainnya yang ikut diamankan dalam operasi senyap tersebut. Publik diminta untuk bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPK. “Kami akan update terus perkembangannya,” katanya.
Dalam setiap operasi tangkap tangan, KPK memiliki batas waktu untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Hal ini sesuai dengan aturan dalam KUHAP. Lembaga antirasuah itu diberi waktu maksimal 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum menetapkan status hukum para pihak yang terjaring OTT.
Gatut Sunu Wibowo adalah Bupati Tulungagung yang menjabat untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024. Ia lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Gandong 1 (1976–1982), kemudian melanjutkan ke SMPN Bandung, Tulungagung (1982–1985), dan SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung.
Setelah lulus SMA pada 1988, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992. Ia juga meraih gelar Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2023.
Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha di Tulungagung dan Trenggalek. Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan PDI Perjuangan pada 1 November 2021. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung sebelum akhirnya maju dalam Pilkada 2024 bersama Ahmad Baharudin.
Pasangan tersebut meraih 297.882 suara atau sekitar 50,72 persen, yang mengantarkannya menjadi Bupati Tulungagung. Dalam perjalanan politiknya, Gatut juga aktif di organisasi, termasuk sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak 2004. Ia sempat berada di PDI Perjuangan sebelum kemudian beralih ke Partai Gerindra.
Gatut diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp 18.078.162.376 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 3 September 2024. Ia mempunyai puluhan bidang tanah dan bangunan di Surabaya, Tulungagung, dan Trenggalek serta belasan kendaraan.
Peran Dolar Amerika Serikat dalam Pergerakan Harga Emas di Indonesia Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi…
Penyebaran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Kalimantan Barat Pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus…
Karya Terbaru Danilla Riyadi yang Menggugah Perasaan Penyanyi ternama Danilla Riyadi kembali memperkenalkan karya terbarunya…
Mengurai Mitos dan Fakta: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Kehamilan adalah masa penuh kebahagiaan, namun…
Ringkasan Berita Berikut adalah teks misa Paskah yang disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.…
Borussia Dortmund kini menghadapi berbagai tantangan dalam perencanaan transfer pemain untuk musim depan. Berita dan…