Pemanfaatan Air Tanah Jadi Perhatian, Pengusaha AMDK Konsentrasi pada Konservasi

Fokus pada Keberlanjutan dalam Industri Air Minum Dalam Kemasan

JAKARTA — Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai prioritas utama, mengingat adanya perhatian publik terhadap penggunaan air tanah. Pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) menjelaskan bahwa praktik yang mereka lakukan didasarkan pada kajian ilmiah yang ketat.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa sumber air yang digunakan tidak diambil secara sembarangan. Seluruh proses pemilihan sumber air melalui studi panjang yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Bacaan Lainnya

“Seluruh sumber air dipilih melalui proses ilmiah yang ketat, termasuk studi minimal satu tahun, kajian hidrogeologi, evaluasi multidisiplin geologi, geofisika, mikrobiologi, serta verifikasi independen,” ujar Karyanto kepada media, Senin (6/4/2026).

Dia menjelaskan bahwa sumber air berasal dari mata air pegunungan, akuifer dalam, hingga air tanah dalam. Pemilihan sumber dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan kualitas. Amdatara menerapkan prinsip water stewardship melalui perlindungan daerah tangkapan air dan keseimbangan pemanfaatan. Investasi juga diarahkan pada konservasi seperti penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, dan restorasi lahan.

Selain itu, industri mendorong efisiensi penggunaan air dan energi serta inovasi kemasan ramah lingkungan. Transparansi kepada publik juga menjadi bagian dari strategi menjaga kepercayaan.

“Kami meyakini bahwa konservasi sumber air dan pertumbuhan industri bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan,” tegas Karyanto.

Tantangan dan Upaya Konservasi

Sebelumnya, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa persepsi publik terhadap industri AMDK masih menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, pemanfaatan air oleh industri AMDK relatif kecil dibandingkan potensi yang tersedia untuk masyarakat, yakni sekitar 0,22%.

Namun demikian, industri AMDK disebutnya tetap mengedepankan upaya konservasi sumber di tengah beberapa tantangan utama seperti bahan baku yang masih bergantung terhadap impor, biaya produksi tinggi, hingga tata kelola bahan baku daur ulang yang belum optimal.

Putu kemudian menyampaikan bahwa Kemenperin telah mencatat berbagai upaya konservasi air tanah, termasuk penanaman lebih dari 2 juta pohon serta pembangunan 2.500 sumur resapan dan embung.

“Ini juga menyediakan sumber air bersih bagi masyarakat, diiringi pendampingan petani dalam budidaya yang ramah air dan pencemaran kimia, serta efisiensi dan sirkularitas air kapasitas produksi,” katanya dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR RI, Rabu (4/2/2026).

Langkah-Langkah Konkret dalam Konservasi Air

Beberapa langkah konkret yang dilakukan oleh industri AMDK antara lain:

  • Penanaman pohon: Sejumlah besar pohon ditanam untuk membantu menjaga kualitas air dan mencegah erosi.
  • Pembangunan sumur resapan dan embung: Memastikan air dapat tersimpan dan digunakan secara optimal.
  • Restorasi lahan: Membangun kembali area yang rusak agar bisa kembali berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
  • Efisiensi penggunaan air dan energi: Mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • Inovasi kemasan ramah lingkungan: Mengurangi dampak lingkungan dari kemasan plastik dan beralih ke bahan daur ulang.

Dengan langkah-langkah ini, industri AMDK berupaya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum yang aman dan berkualitas.

Kesimpulan

Industri air minum dalam kemasan di Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan sumber air. Melalui kajian ilmiah, investasi dalam konservasi, serta inovasi teknologi, sektor ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri dan perlindungan lingkungan dapat berjalan bersama. Dengan transparansi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan kepercayaan publik terhadap industri AMDK akan terus meningkat.

Pos terkait