Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa Iran telah mengalami lebih dari 20 serangan yang menargetkan fasilitas layanan kesehatannya sejak awal Maret 2026, di tengah gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara tersebut. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan hal ini dalam sebuah pernyataan di platform media sosial X pada Jumat (3/4/2026).
Ia mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan dilaporkan terjadi di Teheran, yang menargetkan Institut Pasteur, Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina, dan fasilitas farmasi Tofigh Daru. Menurutnya, konflik di Iran dan kawasan ini secara keseluruhan berdampak pada penyelenggaraan layanan kesehatan serta keselamatan tenaga medis, pasien, dan warga sipil yang berada di fasilitas kesehatan.
Kepala WHO menyebutkan bahwa Institut Pasteur, fasilitas medis tertua di Iran, mengalami kerusakan signifikan setelah diserang pada Kamis (2/4/2026). Namun, kantor berita Iran, ISNA, melaporkan bahwa layanan di fasilitas tersebut tidak terganggu oleh serangan-serangan tersebut, seraya menambahkan bahwa produksi vaksin dan serum akan tetap berlanjut.
“Untungnya, tidak ada satu pun karyawan Institut Pasteur Iran yang terluka dalam serangan terbaru oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis,” kata Ghebreyesus. Ia menambahkan bahwa Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina dan fasilitas farmasi Tofigh Daru juga mengalami kerusakan akibat serangan, tapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sementara itu, ledakan juga terjadi di dekat Rumah Sakit Imam Ali di provinsi Khuzestan, menyebabkan fasilitas tersebut dievakuasi dan layanan dihentikan.
Serangan drone juga dilaporkan menghantam sebuah gudang yang menyimpan kontainer bantuan dan kendaraan darurat di provinsi Bushehr pada Jumat pagi. Akibatnya, dua kontainer, dua bus, dan sejumlah kendaraan darurat hancur. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyampaikan bahwa komunitas di semua pihak sudah membayar harga yang mahal sejak eskalasi permusuhan. Pekerja kemanusiaan, ambulans, pasokan bantuan, dan fasilitas kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi.
Menurut Bulan Sabit Merah Iran, sebanyak 307 fasilitas kesehatan, medis, dan layanan darurat telah mengalami kerusakan akibat perang. Padahal, fasilitas layanan kesehatan merupakan tempat yang dilindungi berdasarkan Konvensi Jenewa.
Perang terbaru di Iran dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap negara tersebut pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Sejauh ini, lebih dari 2 ribu orang telah tewas di Iran, sementara ribuan lokasi sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi, diserang oleh Israel dan AS.
Baru-baru ini, Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan membombardir Iran hingga membuat negara itu kembali ke Zaman Batu. Pernyataan itu diperkuat oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam unggahannya di X yang berbunyi: “Kembali ke Zaman Batu.”
Janina Dill, profesor keamanan global di Universitas Oxford, mengatakan bahwa jika ancaman zaman batu dari Trump menyiratkan bahwa AS akan menghancurkan struktur dan bangunan yang menjadi ciri masyarakat modern, maka hal itu ilegal karena berarti mengarahkan serangan terhadap objek sipil. Hukum internasional sendiri melarang serangan terhadap infrastruktur sipil secara sengaja selama perang.
“Pernyataan bahwa semua itu tetap akan menjadi sasaran secara menyeluruh berarti pengumuman adanya pelanggaran sistematis dan serius terhadap hukum perang yang telah lama berlaku,” ujar Dill.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…