Categories: Nasional

Bertindak di Tengah Malam, Pembunuh Cucu Mpok Nori Datang dengan Senjata

Pembunuhan Cucu Seniman Legendaris Betawi Mpok Nori

Pembunuhan terjadi di Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026). Korban bernama Dwhinta Anggary (37) merupakan cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori. Ia ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher di rumah kontrakannya.

Dwhinta diduga dibunuh oleh FD (49), seorang warga negara Irak yang merupakan mantan suami siri korban. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian tersebut.

Rumah kontrakan tempat tewasnya Dwhinta tampak sunyi setelah peristiwa pembunuhan. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa rumah tersebut kini telah dipasangi garis polisi yang melintang di bagian pintu dan jendela. Suasana di sekitar lokasi terlihat sepi tanpa aktivitas penghuni. Di bagian luar rumah, tampak sebuah handuk berwarna merah tergantung di tali jemuran yang membentang tepat di depan jendela. Di lantai teras, terdapat sepasang sandal, sebuah sapu, serta sejumlah barang pribadi yang tergeletak.

Dua jendela rumah terlihat dalam kondisi terbuka dengan posisi miring ke arah luar. Sementara itu, pintu rumah tertutup rapat, menambah kesan sunyi dan mencekam di lokasi kejadian. Dari balik garis polisi, kondisi dalam rumah menyisakan jejak kekerasan yang dialami korban.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), mengungkapkan bahwa posisi korban sudah terlentang dengan luka sayatan di leher dan darah yang nempel di kasur dan jatuh ke ubin (lantai). Sebelum penemuan tersebut, keluarga sempat tidak menaruh curiga meski korban tidak merespons pesan. “Kami WA tumben enggak nyahut. Kondisi pintunya juga kan dikunci, jadi pikiran kita ya orangnya lagi pergi,” ujar Dian.

Diketahui, korban ditemukan tewas setelah ibu dan adiknya mencoba mengecek kondisi korban. Karena tidak ada respons, sang adik masuk melalui jendela yang terbuka dan mendapati korban telah meninggal dunia. “Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.

Sebelumnya diberitakan, korban diduga dibunuh oleh FD (49), warga negara Irak, yang merupakan suami siri korban sejak 2019. Keduanya diketahui telah berpisah sejak awal Februari 2026. Menurut keterangan keluarga, pelaku sempat terlihat di sekitar lokasi sehari sebelum kejadian. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku berlari sambil membawa karpet merah yang belakangan diketahui berisi baju FD dan gagang cangkul yang sudah berlumuran darah.

Jenazah korban sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi sebelum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Detik-detik pembunuhan terekam CCTV, di mana tersangka terlihat mondar-mandir di sekitar kontrakan korban. Dian Puspitasari menyebut pelaku sengaja memantau situasi sebelum melancarkan aksinya. “Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor. Nah, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban,” ungkap Dian.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat datang ke lokasi sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam. Beberapa menit kemudian, ia keluar sekitar pukul 00.09 WIB. “Pas keluar bajunya sudah beda,” ujar Dian. Selain itu, pisau yang diduga digunakan untuk menyerang korban sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan.

Dian mengungkapkan, sebelum kejadian, warga sekitar sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok, pada Kamis (19/3/2026) malam. Saat ditemukan, korban yang akrab disapa Anggi sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya. “Kami melihatnya posisinya begitu (telentang) dan ada luka sayatan di leher dan gumpalan darah di kasur dan lantai,” kata Dian.

Komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB melalui pesan singkat. “Nah, pas hari Jumat memang kita enggak ketemu, karena kan itu pada sibuk masing-masing mau Lebaran,” ucap dia. Ia mengaku sempat melewati rumah korban keesokan harinya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup.

Dian juga menduga korban sering dipantau oleh pelaku sebelum kejadian. “Terakhir itu saya mau ke pasar hari Kamis, papasan sama saudara saya (Dwhinta). Ternyata dia (pelaku) ada di belakang,” ujar dia. Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal. “Kalau pelaku ya hukum seadil-adilnya saja, seberat mungkin. Tapi kita ikuti prosedur dari kepolisian saja,” kata Dian.

Sebelumnya diberitakan, Dwhinta ditemukan tewas di kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya. Karena tidak ada respons, sang adik mencoba masuk melalui jendela yang terbuka dan menemukan korban telah tewas bersimbah darah. Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Edi Handoko, mengatakan pihak kepolisian sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka FD yang terdeteksi berada di kawasan Puncak, Bogor, usai kejadian. “Diduga tujuannya melarikan diri. Lari ke sana lari ke sini. FD ini statusnya masih WNA. Bahasa Indonesia pun belum lancar,” ungkap Edi.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Persita Akui Persebaya Lebih Unggul dalam Manfaatkan Peluang

CO.ID, SURABAYA – Pelatih Persita, Carlos Pena, menilai bahwa kunci kemenangan Persebaya adalah kemampuan mereka…

43 menit ago

Trump: Negosiasi Terus Berjalan Meski Pesawat Tempur AS Jatuh di Iran

Perang Timur Tengah: Trump Pastikan Negosiasi Tak Terhambat Meski Pesawat AS Ditembak Presiden Amerika Serikat,…

2 jam ago

Pernyataan Baim Wong Terbukti, Dampak Postingan Paula Verhoeven Bersama Anaknya Saat Lebaran

Kiano dan Kenzo Rayakan Lebaran di Purwakarta, Baim Wong Berjuang Membagi Waktu Baim Wong dan…

2 jam ago

Pemecahan Kritis Selat Hormuz: Trump Beri Batas 48 Jam, Iran Siapkan Kejutan Besar

Pernyataan Pejabat Keamanan Iran tentang "Kejutan Besar" bagi AS dan Israel Seorang pejabat keamanan Iran…

3 jam ago

BYD percepat: 5.000 Stasiun Pengisian Cepat Resmi Beroperasi

Inovasi Terbaru BYD dalam Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik BYD, perusahaan otomotif ternama asal Tiongkok, baru…

4 jam ago

Ari Lasso & Anak di Barcelona: Liburan Bola Seru

Ari Lasso dan Putri-Putrinya Jelajahi Keindahan Barcelona, Kombinasikan Liburan Keluarga dan Gairah Sepak Bola Di…

4 jam ago