Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau mengawali perdagangan Selasa (7/4/2026) dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka di posisi Rp17.048 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah sudah bertengger di level Rp17.076 per dolar AS, melemah sebesar 41,00 poin atau 0,24 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.035 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Lukman Leong menjelaskan bahwa rupiah diperkirakan akan terus melemah terhadap dolar AS sepanjang hari ini, dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar akan eskalasi atau peningkatan skala perang di Timur Tengah. Kekhawatiran tersebut memuncak setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengulangi ancamannya, di mana pihak Amerika Serikat akan melakukan pengeboman terhadap pembangkit listrik serta jembatan di Iran pada Selasa ini.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timteng setelah Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa,” kata Lukman.
Keperkasaan dolar AS juga didukung kondisi ekonomi domestik AS yang sedang tangguh. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) yang menunjukkan adanya penambahan 178 ribu lapangan kerja pada Maret. Angka tersebut melonjak jauh di atas perkiraan pasar yang hanya memprediksi kenaikan 60 ribu, menyusul penurunan 133 ribu pada periode sebelumnya, direvisi dari minus 92 ribu.
“Sementara itu, tingkat pengangguran sedikit menurun menjadi 4,3 persen pada Maret dari 4,4 persen pada Februari, lebih baik dari perkiraan,” ujar dia.
Melihat dinamika pasar terkini, Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak pada rentang harga Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS. Senada dengan itu, Ibrahim memproyeksikan meskipun pergerakannya akan naik-turun atau fluktuatif, rupiah berisiko ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini di rentang sensitif antara Rp17.030 hingga Rp17.080 per dolar AS.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini antara lain:
Dari prediksi yang disampaikan oleh para ahli, rupiah diperkirakan akan terus menghadapi tekanan pada hari ini. Namun, ada kemungkinan pergerakan yang fluktuatif tergantung pada situasi terkini di pasar. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan terbaru terkait konflik di Timur Tengah serta data ekonomi AS.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi pelaku pasar untuk memiliki strategi yang fleksibel dan siap menghadapi volatilitas yang mungkin terjadi. Jika terjadi perubahan signifikan dalam dinamika geopolitik, nilai tukar rupiah bisa mengalami pergerakan yang lebih besar lagi.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…