Kinerja Awal Xiaomi SU7 yang Mengesankan
Pada 2 April, pendiri sekaligus Chairman dan CEO Xiaomi, Lei Jun, mengumumkan bahwa jumlah pemesanan terkunci untuk model terbaru Xiaomi SU7 telah melampaui 40.000 unit. Angka ini menjadi indikasi kuat bahwa model tersebut mendapat sambutan hangat dari pasar. Pencapaian ini sejalan dengan laporan perusahaan pada hari yang sama, yang menyebutkan bahwa total pengiriman kendaraan sepanjang Maret 2026 telah menembus 20.000 unit.
Dari angka tersebut, model SU7 sendiri menyumbang lebih dari 7.000 unit sejak pengiriman perdananya dimulai pada 23 Maret. Lonjakan pesanan SU7 mencerminkan kesuksesan awal model ini, yang ditopang oleh kuatnya daya tarik merek Xiaomi serta strategi penetrasi pasar yang agresif. Distribusi lebih dari 7.000 unit hanya dalam sembilan hari menjadi sinyal awal yang sangat menjanjikan bagi sedan listrik tersebut.

Tantangan di Balik Kesuksesan
Namun demikian, perjalanan Xiaomi Auto tidak sepenuhnya mulus. Data terbaru menunjukkan adanya penurunan tren pada model Xiaomi YU7 yang sebelumnya sangat diminati. Jika sebelumnya waktu tunggu YU7 berada di kisaran 33 hingga 56 minggu, kini menyusut drastis menjadi hanya 7 hingga 14 minggu, menandakan mulai menipisnya antrean pesanan.
Secara kumulatif, pengiriman YU7 telah melampaui 200.000 unit pada sekitar Februari lalu, yang berarti sebagian besar backlog awal sudah terpenuhi. Data dari Goldman Sachs pada awal Maret juga menunjukkan pesanan mingguan Xiaomi Auto turun ke kisaran 4.000 unit, jauh dari masa puncaknya.
Strategi Ekspansi Xiaomi Auto
Menyadari risiko ketergantungan pada satu model “laris manis” serta pentingnya sistem penjualan yang lebih matang di luar faktor popularitas Lei Jun dan basis penggemar Mi, Xiaomi Auto mulai melakukan ekspansi strategis. Salah satu langkah konkret adalah merekrut Kong Yanshuang, mantan General Manager Tesla China, pada Maret lalu untuk memperkuat lini penjualan otomotif.
Perkembangan Model SU7
Xiaomi SU7 yang bisa dikatakan versi penyegaran ini mendapatkan beberapa ubahan. Seperti halnya fitur, tenaga yang mencapai 690 hp, serta jarak tempuh yang lebih jauh. Perubahan ini menunjukkan upaya Xiaomi untuk terus meningkatkan daya saing produknya di pasar mobil listrik yang semakin kompetitif.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski SU7 menunjukkan potensi besar, Xiaomi Auto harus tetap waspada terhadap dinamika pasar. Penurunan permintaan pada model YU7 menunjukkan bahwa keberhasilan suatu model tidak selamanya stabil. Oleh karena itu, Xiaomi perlu terus memperkuat portofolio produk dan memperluas pangsa pasar agar tidak terlalu bergantung pada satu model saja.
Strategi ekspansi dan rekrutmen para ahli seperti Kong Yanshuang menunjukkan bahwa Xiaomi Auto siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan kombinasi inovasi teknologi, penguatan penjualan, dan penyesuaian strategi, Xiaomi memiliki peluang besar untuk tetap bersaing di industri otomotif global.







