Categories: Lokal

Air Danau Sentani Meluap, Trauma Banjir Bandang 2019 Kembali Muncul

Kondisi Danau Sentani yang Meluap Mengancam Kehidupuan Warga

Debit air Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terus meluap hingga merendam Dermaga Kalkhote dan permukiman warga pada Senin (6/4/2026). Kejadian ini telah berlangsung selama sepekan terakhir, sehingga memaksa warga Kampung Asei menggunakan perahu di atas jalan raya dan membangun jalur alternatif.

Luapan air tersebut tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga memicu penurunan drastis pendapatan motoris perahu dan kekhawatiran akan trauma banjir bandang. Pemandangan yang tidak biasa terlihat saat warga menggunakan perahu dayung hingga ke atas badan jalan raya. Selain itu, luapan air juga menutupi jalur utama dan lokasi pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS).

Oktovianus Pepuho, warga Kampung Asei, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan terulangnya kejadian tahun 2019. “Kami khawatir kejadian 2019 terulang kembali. Beberapa hari ini air terus naik, jangan sampai banjir bandang kembali melanda,” ujarnya.

Naiknya debit air telah mengubah pola aktivitas warga. Perahu yang biasanya disandarkan di pelabuhan, kini harus didayung hingga ke pinggir jalan raya. Di Kampung Asei sendiri, warga mulai membangun jalan setapak di area perbukitan sebagai jalur alternatif untuk beraktivitas, termasuk akses menuju gereja.

“Jadi kalau ke gereja naik dari lapangan,” ujar Oktovianus. Ia juga menjelaskan bahwa mengakses air bersih tidak menjadi persoalan bagi sebagian besar warga, karena sebagian rumah sudah tersambung dengan pipa-pipa air. Namun, ada juga yang mengambil air dari mata air dan ditarik dari tangki.

Selain mengancam pemukiman, luapan air juga mulai merusak fasilitas sanitasi. Beberapa jambatan milik warga terendam dan tidak dapat digunakan lagi. Marthen Luter Eha, motoris perahu, mengeluh soal penurunan pendapatan yang drastis akibat sepinya penumpang dan wisatawan yang datang.

“Dari pendapatan setiap hari Rp 600 ribu, turun hingga Rp 200 ribu bahkan Rp 100 ribu. Penumpang juga minum dari Kampung,” ungkapnya. Marthen menjelaskan kondisi air tergenang terjadi di hampir setiap kampung yang dilewatinya. Di Kampung Ayapo misalnya, air yang naik sudah lewat dari lutut orang dewasa.

“Di Kampung Ayapo bagian sebelah barat, air hingga tertutup karena kebetulan ini musim angin barat. Sementara bangunan sekolah dan pustu masih dalam kondisi aman karena berdiri di ketinggian,” ujarnya.

Oktovianus dan Marthen meminta pemerintah meninjau lokasi serta mengecek kebutuhan masyarakat. Mereka berharap pemerintah dapat menilai situasi ini dan mengambil tindakan pencegahan secepatnya.

“Kami belum terpikir dengan adanya pemerintah ini untuk apa. Pemerintah juga belum mengecek warga tetapi sebaiknya membaca situasi,” ujar Oktovianus.

Dampak Luapan Air Terhadap Kehidupan Warga

Luapan air Danau Sentani telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan warga. Selain merusak infrastruktur, seperti jambatan dan jalan raya, kondisi ini juga mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial. Banyak warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk beraktivitas sehari-hari, seperti membangun jalan setapak di area perbukitan.

Perahu yang biasanya digunakan untuk transportasi, kini harus digunakan di atas jalan raya, yang merupakan hal yang tidak biasa. Hal ini menunjukkan betapa parahnya kondisi yang dialami warga. Tidak hanya itu, pendapatan motoris perahu juga mengalami penurunan drastis akibat sedikitnya penumpang dan wisatawan.

Warga juga khawatir tentang keamanan dan kesehatan mereka. Luapan air yang terus-menerus dapat menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak bersih. Oleh karena itu, banyak warga yang memilih mengambil air dari mata air atau menggunakan tangki.

Dalam situasi seperti ini, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan. Warga berharap pemerintah dapat segera meninjau lokasi dan memberikan solusi yang tepat. Mereka juga berharap pemerintah dapat lebih proaktif dalam mengantisipasi risiko banjir bandang yang bisa terulang kembali.


Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

ASG dan AYO Gelar Turnamen Padel Pertama di Tokyo PIK 2, Antusiasme Peserta Tinggi

JAKARTA - Agung Sedayu Group (ASG) bekerja sama dengan AYO Indonesia menyelenggarakan turnamen padel pertama…

17 menit ago

Apar Tak Bisa Padamkan Kebakaran Yamaha F1Z di SPBU Pertamina, Apa Penyebabnya?

jateng. SEMARANG – Video sepeda motor terbakar di depan pom bensin viral di media sosial.…

1 jam ago

KPK Selidiki Catatan Tersangka Suap Direktorat Jenderal Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami berbagai catatan yang ditemukan dalam penyidikan kasus suap impor…

2 jam ago

Pemkab Malinau Siapkan Pilot Daerah Melalui Program Desa Sarjana

Program Pendidikan Pilot Lokal untuk Meningkatkan Konektivitas di Malinau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memiliki rencana…

2 jam ago

Nasib warga Pamulang Tangsel, tiga hari banjir beruntun: baru surut, hujan lagi

Warga Perumahan Bukit Pamulang Indah Menghadapi Banjir yang Berlangsung Selama Tiga Hari Berturut-Turut Warga di…

2 jam ago

Guru Temukan Luka Murid, Ayah Pukul dengan Kabel Charger

Kehidupan Anak yang Menggemparkan Dunia Pendidikan Seorang guru SD di TikTok dengan akun @ererey_16 membagikan…

3 jam ago