Warga di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), RW 04, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, kembali menghadapi banjir yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu karena air kerap surut dan kembali naik saat hujan turun.
Salah seorang warga, Rizky (17), menceritakan bahwa banjir mulai terjadi sejak Kamis (2/4/2026) sore, saat hujan deras mengguyur wilayah Pamulang. Ia menyebutkan bahwa banjir awalnya mencapai pinggang, namun kemudian surut hingga mata kaki sekitar jam 10 pagi.
Meski sempat surut, genangan air di sejumlah titik di dalam kompleks tidak pernah benar-benar hilang. Sisa genangan tetap terlihat di jalanan dan justru kembali meningkat saat hujan turun. Rizky menjelaskan bahwa sisa-sisa genangan masih kerap menutupi jalanan dan justru kembali naik saat hujan deras kembali mengguyur.
“Masih sisa-sisa genangan baru surut, terus hujan, naik lagi. Kayak kemarin hujan, sempet banjir juga pas Jumat kemarin hujan deras malam-malam,” ujarnya.
Pada Sabtu siang, banjir disebut sempat surut, tetapi kemudian justru naik dan menjadi puncak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter hingga Sabtu malam. “Tadi siang surut, terus sekarang dari jam setengah tiga (sore) juga banjir lagi. Kalau saya (kedalamannya) setinggi dada. Kurang lebih satu meter sampai hampir 1,5 meter,” kata Rizky.
Dantim SAR Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya, Ipda Muhammad Adi Mulyono, menyampaikan bahwa ada sekitar 100 rumah yang terdampak genangan air dengan ketinggian yang bervariasi pada Sabtu malam. “Untuk banjir di BPI Pamulang sementara ketinggian yang di dalam kurang lebih 1 meter. Untuk yang bagian luar kurang lebih 50 sentimeter. Kurang lebih ada 100 rumah yang terendam,” ucap Adi.
Ia pun menyebut pihaknya telah menurunkan 13 personel dengan satu unit perahu karet untuk membantu warga. Tim SAR Brimob Satbrimob Polda Metro Jaya melaksanakan evakuasi dan patroli ke dalam untuk membantu evakuasi korban yang membutuhkan bantuan. “Untuk sementara masih standby di lokasi sambil memantau situasi,” jelasnya.
Hudi (38) warga Blok A5 yang baru saja pulang beraktivitas sejak siang menyebut dirinya harus menggunakan perahu karet agar bisa kembali ke rumahnya. Ia menyebut banjir di BPI Pamulang kali ini cukup parah akibat kombinasi hujan deras dan air kiriman. “Kali ini cukup dalam karena hujan yang cukup deras dan juga kiriman dari mungkin dari selatan ya. Malam ini curah hujannya cukup tinggi, sehingga akses masuk ke komplek Bukit Pamulang Indah cukup dalam. Tadi kalau lihat kondisi di lapangan kurang lebih selutut, kira-kira 60-70 sentimeter,” kata Hudi.
Sementara itu, Septian (41) warga lainnya mencatat bahwa banjir malam ini adalah yang kelima kalinya sejak awal tahun 2026. “Ini tahun ini aja kayaknya udah yang keempat atau kelima ya banjir di sini dari awal tahun. Dari awal tahun itu kan banjir deras tuh terus Februari juga banjir lagi,” kata Septian.
Meski mengaku telah terbiasa, Septian mengaku lelah karena harus terus menerus menghadapi banjir di rumahnya sendiri. “Di satu sisi emang udah terbiasa, tapi kalau misalnya banjir terus kita juga ngerasa keberatan ya. Harapannya ada perubahan ke arah yang positif supaya manajemen sumber daya airnya dirapikan lagi,” tutup Septian.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami berbagai catatan yang ditemukan dalam penyidikan kasus suap impor…
Program Pendidikan Pilot Lokal untuk Meningkatkan Konektivitas di Malinau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memiliki rencana…
Kehidupan Anak yang Menggemparkan Dunia Pendidikan Seorang guru SD di TikTok dengan akun @ererey_16 membagikan…
Kehadiran Lim Ji Yeon dalam Drama dan Film Fantasi Lim Ji Yeon kembali menunjukkan kemampuan…
Jadwal dan Prediksi Laga PSPS Pekanbaru vs Persekat Tegal Laga antara PSPS Pekanbaru dan Persekat…
Dolar AS Tertekan Akibat Potensi Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Sedikit Mereda JAKARTA. Indeks dolar…