Solo – Sebuah penemuan jenazah pria di dekat rel kereta api di Jalan Hasanudin, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, pada Senin (23/3/2026) lalu, akhirnya terungkap identitasnya. Pria yang ditemukan meninggal dunia itu diketahui bernama Agus Latief, berusia 63 tahun, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penemuan identitas ini terjadi setelah informasi mengenai penemuan jenazah tanpa identitas disebarkan ke sejumlah kantor polisi sektor (polsek).
Awalnya, saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat pada jasad tersebut. Hal ini membuat pihak kepolisian melakukan berbagai upaya untuk mengidentifikasi korban. Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Derry Eko Setiawan, melalui Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sudarmiyanto, menjelaskan bahwa informasi mengenai temuan jenazah tersebut segera disebarluaskan.
“Setelah kemarin ditangani pihak Kepolisian, kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Moewardi. Kemudian atas kejadian itu banyak orang menginformasikan adanya temuan mayat yang tidak ada identitasnya,” ungkap Sudarmiyanto pada Selasa (24/3/2026).
Tak lama setelah informasi tersebut disebar, keluarga korban datang untuk memastikan. Setelah dilakukan pencocokan ciri-ciri fisik, keluarga akhirnya membenarkan bahwa jasad yang ditemukan adalah Agus Latief.
Keterangan dari pihak keluarga memberikan gambaran lebih mendalam mengenai kondisi Agus Latief sebelum ditemukan meninggal. Diketahui bahwa almarhum adalah seorang pensiunan PNS. Namun, pasca masa pensiunnya, kondisi psikologis Agus Latief dilaporkan mengalami penurunan.
“Dari keterangan keluarga korban bahwa setelah pensiun kondisinya depresi dan ini diinfokan juga pernah hilang juga terkait kehilangan tersebut keluarga juga pernah melaporkan ke Polsek Laweyan. Tapi untuk laporannya kapan ini masih kami cek,” ujar Sudarmiyanto.
Lebih lanjut, Agus Latief, yang merupakan warga RT 02 RW 01 Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, memang tercatat pernah meninggalkan rumah dan dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya ke Polsek Laweyan. Riwayat kehilangan ini menambah kompleksitas dalam pemahaman kronologi kejadian.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi penemuan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Agus Latief.
“Sementara kita kemarin dari hasil olah TKP memang tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan,” tegas Sudarmiyanto.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan awal selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi. Pada Senin malam, jenazah Agus Latief akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan protokol dan keinginan keluarga. Kejadian ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terlebih dengan adanya riwayat depresi dan pernah hilang yang dialami oleh almarhum.
Inisiatif Wali Kota Pekanbaru dalam Mengurangi Sampah Rumah Tangga Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, telah…
PTKIN Semakin diminati oleh Calon Mahasiswa Baru Pergurungan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini semakin…
Penataan Pasar Wage Purwokerto: Langkah Penting untuk Kesejahteraan Pedagang Setelah bertahun-tahun berjualan di area trotoar…
Latihan Soal SBdP Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Latihan soal SBdP…
Ibadah Fajar Paskah di Mimika Berlangsung Khidmat Ibadah Fajar Paskah di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua…
Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Laut Merah: Iran Tawarkan Paket Negosiasi Kompleks Situasi keamanan maritim…