Pertamina Jamin Stok LPG 3 kg Lombok Aman, Kekurangan Hanya Sementara

Stok LPG 3 kg di Lombok Dijamin Aman Meski Terjadi Kekosongan Sementara

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan bahwa distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Lombok tetap berjalan lancar. Meski terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, pasokan LPG masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa kekosongan yang sempat terjadi di beberapa pangkalan bersifat sementara karena stok yang tersedia telah tersalurkan sesuai jadwal distribusi. Ia menegaskan bahwa secara umum pasokan LPG subsidi masih dalam kondisi aman.

Bacaan Lainnya

“Terjadi peningkatan konsumsi karena masyarakat cenderung melakukan pembelian lebih awal untuk kebutuhan hari raya,” ujar Ahad pada Senin (23/3/2026). Ia menjelaskan bahwa kekosongan yang terjadi hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu ketersediaan LPG secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan pada Minggu (22/3/2026), stok LPG 3 kg masih tersedia di beberapa titik. Di Desa Ketangga, Lombok Timur, salah satu pangkalan tercatat memiliki stok hingga 200 tabung. Sementara di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, stok berkisar antara 100 hingga 140 tabung di sejumlah pangkalan.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Nyepi, Idulfitri, hingga Lebaran Ketupat, Pertamina juga telah melakukan penambahan pasokan atau extra dropping selama Maret 2026. Di Kabupaten Lombok Tengah, tambahan pasokan mencapai 89.600 tabung atau setara 13,2 persen dari alokasi bulanan. Sementara di Lombok Timur, tambahan mencapai 110.320 tabung atau 13,2 persen dari alokasi bulan Maret.

Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Perusahaan juga melakukan pemantauan distribusi secara berkala untuk memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat. Selain itu, Pertamina memperkuat pengawasan distribusi, termasuk memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta melakukan pembinaan terhadap penyalur yang tidak sesuai ketentuan.

Warga Keluhkan Kelangkaan dan Harga Tinggi

Sebelumnya, sejumlah warga di Lombok Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 kg sejak beberapa hari sebelum Idulfitri 1447 Hijriah. Selain langka, harga gas subsidi tersebut juga dilaporkan melebihi HET yang ditetapkan sebesar Rp18 ribu per tabung.

Salah satu warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Solihan (45), mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak saat Lebaran. “Dari sebelum lebaran sudah langka dan ya sekitar tiga hari atau empat hari sebelum lebaran tidak ada di pangkalan hingga pengecer. Mau pakai gas 12 kg harganya mahal, sementara untuk Lebaran kan masaknya banyak,” ujarnya.

Ia juga menduga adanya distribusi yang tidak merata serta perbedaan harga di tingkat pangkalan. “Ya saya dengar informasi, sering dia ngasih orang luar dari sini dan saat datang di pangkalan harganya tidak sama dikasih kami, dari harga Rp22 ribu hingga Rp19 ribu,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Kusuma, warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, yang mengaku telah mencari LPG hingga ke Kecamatan Wanasaba namun tidak menemukan stok. “Dari sebelum lebaran sampai hari ini saya cari hingga ke pangkalan di Kecamatan Wanasaba saya cari tidak ada tong gas subsidi 3kg,” ucap Kusuma.

Di sisi lain, salah satu pemilik pangkalan di Desa Ketangga mengakui bahwa pasokan yang diperoleh berasal dari pihak lain sehingga berdampak pada harga jual. “Kita ambil dari lain, jadinya kita kasih warga harga Rp22 ribu,” tuturnya.

Imbauan Pertamina kepada Masyarakat

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. LPG 3 kg merupakan energi bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Masyarakat juga diminta membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan yang berlaku.


Pos terkait