Categories: Edukatif

Akademisi UPGRI Pontianak Minta Mahasiswa Jadi Penjaga Keseimbangan di Tengah Isu Sensitif

Diskusi PC PMII Kabupaten Mempawah Fokus pada Peran Mahasiswa dalam Isu Global

Diskusi yang digelar oleh PC PMII Kabupaten Mempawah menghadirkan berbagai topik menarik, termasuk isu-isu terkini seperti konflik di kawasan Timur Tengah. Acara ini menjadi wadah bagi para kader untuk memperdalam pemahaman mereka tentang dinamika global dan bagaimana dampaknya terhadap situasi lokal.

Dosen dari UPGRI Pontianak, Dr Basuki Wibowo, memberikan pencerahan penting dalam diskusi tersebut. Ia menekankan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai penyeimbang dalam menghadapi isu-isu sensitif. Menurutnya, mahasiswa harus mampu membaca dinamika internasional, khususnya yang berkaitan dengan stabilitas energi dan pangan, serta bagaimana hal itu memengaruhi kondisi dalam negeri.

“Mahasiswa diharapkan peka terhadap situasi global dan bisa menjadi penyejuk ketika muncul isu di masyarakat,” ujar Basuki di Mempawah Hilir, Jumat 3 April 2026.

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya menjaga arah gerakan mahasiswa agar tetap moderat. Ia menilai bahwa kritik adalah kewajiban intelektual, tetapi harus disampaikan secara beradab dan tidak terjebak dalam narasi radikal yang tidak sesuai dengan konteks kebangsaan.

Perubahan Pola Gerakan Mahasiswa

Ketua PC PMII Mempawah, Hafit, menjelaskan bahwa organisasinya mulai mengarahkan kader untuk memperkuat kritik berbasis data dan kajian. Hal ini dilakukan bukan semata-mata melalui aksi, tetapi lebih pada analisis yang mendalam dan solusi yang konkret.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pembangunan. “Aspirasi akan kami dorong dalam bentuk rekomendasi kebijakan yang bisa ditindaklanjuti,” tambah Hafit.

Pentingnya Solusi Konkret

Diskusi ini juga menegaskan pentingnya bagi kader PMII untuk tidak hanya kritis, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan di daerah maupun nasional. Dengan demikian, peran mahasiswa tidak hanya sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang proaktif dan berkontribusi positif.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam diskusi ini antara lain:

  • Perlu adanya perubahan pola gerakan mahasiswa agar lebih berbasis kajian dan respons terhadap isu global.
  • Mahasiswa harus mampu menjadi penyeimbang di tengah isu-isu sensitif sambil tetap menghadirkan gagasan yang solutif.
  • Kritik harus disampaikan secara beradab dan tidak terjebak dalam narasi radikal yang tidak sesuai dengan konteks kebangsaan.
  • Kader PMII perlu memperkuat kritik berbasis data dan kajian, bukan hanya melalui aksi.
  • Pentingnya memberikan solusi konkret terhadap berbagai masalah di daerah dan nasional.


Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago