Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Kurikulum Merdeka Hal 90

Memahami Makna Syukur Melalui Akikah dan Kurban

Pendidikan Agama Islam di bangku SMP/MTs, khususnya pada Kurikulum Merdeka, mengajak siswa untuk mendalami berbagai aspek keimanan dan praktik ibadah. Pada halaman 90 buku pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas 9, terdapat materi yang membahas dua ibadah penting yang sarat makna syukur, yaitu akikah dan kurban. Materi ini, yang merupakan bagian dari bab 4, menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT. melalui tindakan nyata.

Buku pelajaran yang diterbitkan oleh Kemdikbud Ristek tahun 2022 ini, dengan penulis Iis Suryatini dan kawan-kawan, secara khusus mengangkat tema “Bersyukur dengan Akikah, Peduli Sesama dengan Berkurban.” Tema ini merupakan sebuah ajakan yang mendalam, menggarisbawahi bagaimana ibadah-ibadah tersebut bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata dari rasa terima kasih kepada Sang Pencipta dan kepedulian terhadap sesama.

Bacaan Lainnya

Definisi dan Makna Akikah serta Kurban

Dalam ajaran Islam, akikah dipahami sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT. atas karunia kelahiran seorang anak. Ibadah ini diwujudkan melalui penyembelihan hewan, yang kemudian dagingnya dibagikan kepada keluarga, kerabat, serta mereka yang membutuhkan. Akikah menjadi penanda kebahagiaan keluarga dan sarana berbagi rezeki.

Sementara itu, berkurban memiliki makna yang lebih luas, yaitu sebagai simbol ketaatan dan kepedulian sosial. Umat Islam yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan kurban, terutama pada Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini tidak hanya merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT., tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan sesama, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas dalam masyarakat.

Melalui kedua ibadah ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya mensyukuri segala nikmat yang telah diterima, tetapi juga untuk secara aktif menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Ini adalah esensi dari bagaimana ibadah dapat membentuk karakter individu yang lebih baik dan masyarakat yang lebih harmonis.

Tafakur: Refleksi Nikmat dan Ibadah Hewan Kurban

Bagian “Tafakur” dalam materi ini mengajak para siswa, sebagai generasi muslim, untuk merenungkan dan menghitung nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Diberikan sumber makanan yang berasal dari tumbuhan dan hewan adalah salah satu bentuk nikmat yang sangat besar. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita senantiasa bersyukur kepada-Nya. Salah satu cara konkret untuk mengekspresikan rasa syukur tersebut adalah melalui pelaksanaan ibadah kurban dan akikah.

Penting untuk diketahui bahwa terdapat dua jenis ibadah yang melibatkan penyembelihan hewan dalam syariat Islam. Ibadah pertama adalah ibadah kurban. Sejarah ibadah kurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS. yang mendapatkan perintah dari Allah SWT. untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail AS. Namun, pada saat Nabi Ibrahim AS. hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah SWT. menggantikan Nabi Ismail AS. dengan seekor domba. Kisah ini mengajarkan bahwa hakikat ibadah kurban bukanlah semata-mata tindakan penyembelihan hewan, melainkan lebih kepada manifestasi kepasrahan total dan bukti syukur seorang hamba kepada Tuhannya atas segala nikmat yang telah diterima.

Ibadah kedua yang terkait dengan penyembelihan hewan adalah akikah. Akikah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. atas karunia berupa kelahiran seorang anak. Kedua ibadah ini, kurban dan akikah, sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam dan memiliki makna yang sangat mendalam ketika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaan kurban maupun akikah, tentu akan ada proses penyembelihan hewan. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah siswa pernah menyaksikan proses penyembelihan hewan, misalnya pada saat kurban atau akikah? Penting untuk diingat bahwa dalam pelaksanaannya, proses penyembelihan hewan haruslah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Untuk memahami materi ini lebih lanjut, pembahasan akan dilanjutkan pada bab-bab berikutnya.

Aktivitas 2: Mengajukan Pertanyaan dan Berdiskusi

Setelah merenungkan rubrik “Tafakur” di atas, pasti muncul berbagai pertanyaan dalam benak para siswa. Aktivitas ini mendorong siswa untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemudian mengajukannya dan mendiskusikannya bersama guru serta teman-teman. Hal ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman dan menggali berbagai aspek terkait akikah dan kurban.

Berikut adalah contoh daftar pertanyaan yang dapat diajukan berdasarkan rubrik tafakur tersebut:

  1. Apa perbedaan utama antara ibadah kurban dan akikah, baik dari segi tujuan, waktu pelaksanaan, maupun ketentuan lainnya?
  2. Mengapa kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Ismail AS. menjadi dasar dan rujukan utama dalam pelaksanaan ibadah kurban dalam Islam?
  3. Apa pesan moral dan spiritual yang dapat diambil dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS., dan bagaimana hal ini mencerminkan konsep kepasrahan serta keimanan seorang hamba kepada Allah SWT.?
  4. Apa saja kriteria atau syarat yang harus dipenuhi oleh hewan yang akan disembelih untuk ibadah kurban dan akikah agar sah sesuai syariat?
  5. Apakah terdapat perbedaan dalam jenis hewan atau persyaratan usia minimal hewan yang diizinkan untuk pelaksanaan ibadah kurban dibandingkan dengan akikah?
  6. Bagaimana tata cara penyembelihan hewan yang benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam, baik dari segi teknis maupun adabnya?
  7. Perhatikan kisah Umar bin Khattab dan seorang pengembala kambing yang sering diceritakan. Diskusikan secara berkelompok, simpulan apa yang dapat dirumuskan dari kisah tersebut terkait kejujuran dan ketakwaan, dan bagaimana relevansinya dengan pelaksanaan ibadah?
  8. Mengapa ibadah kurban dan akikah secara spesifik dianggap sebagai bentuk ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT.?
  9. Apakah ada ketentuan waktu tertentu kapan akikah harus dilaksanakan setelah kelahiran seorang anak? Apakah ada kelonggaran jika terlambat?
  10. Apakah penyembelihan hewan pada momen kurban dan akikah harus disaksikan secara langsung oleh keluarga yang bersangkutan atau orang tua dari anak yang baru lahir?

Dengan mengajukan dan mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan ini, diharapkan pemahaman siswa mengenai pentingnya akikah dan kurban sebagai wujud syukur, kepedulian, serta ketaatan kepada Allah SWT. akan semakin komprehensif dan mendalam. Hal ini juga akan membantu mereka mengintegrasikan nilai-nilai ibadah ini dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait