Penampakan mengerikan markas Bosnia, apakah ini kuburan timnas Italia?



Timnas Italia akan menghadapi atmosfer yang menakutkan saat berkunjung ke markas Bosnia-Herzegovina dalam pertandingan final play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Path A.



Misi Gli Azzurri untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah absen dua edisi beruntun akan menghadapi rintangan berat. Timnas Italia bersiap menghadapi tekanan dari suporter fanatik Bosnia-Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Selasa (31/3/2026).

Bacaan Lainnya

Banyak media asal Negeri Pisa sudah menyuarakan kekhawatiran terkait kondisi stadion yang memiliki label bintang tiga dari UEFA. Faktor utama yang membuat atmosfer menjadi mengerikan adalah tekanan suporter lokal. Timnas Bosnia-Herzegovina pasti didukung secara penuh oleh para penggemar fanatiknya dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2026, terlebih setelah sebelumnya absen sejak 2014.

Stadion Bilino Polje, yang merupakan markas klub lokal NK Celik Zenica, memiliki kapasitas 13.632 kursi. Namun, UEFA memberikan sanksi pengurangan 20 persen kapasitas stadion karena adanya pelanggaran dan tindakan kasar yang dilakukan pendukung Zmajevi (Sang Naga) saat menjamu Rumania bulan November lalu.



Meski hanya ada sekitar 8 ribu suporter, kondisi tersebut justru memperparah situasi bagi tim tamu. Hal ini disebabkan oleh jarak yang sangat dekat antara lapangan dengan tribun. Akibatnya, ancaman verbal dari suporter akan sangat dirasakan oleh Nicolo Barella dkk.

Selain dari segi militansi suporter tuan rumah, kondisi lapangan dan infrastruktur pendukung yang buruk juga semakin menambah kesan mengerikan di stadion ini. Sky Sport Italia merilis foto-foto beberapa bagian stadion yang tampak usang dan ketinggalan zaman.

Contohnya, ruang ganti dan area kamar mandi tim tamu dikritik karena terlihat seperti rumah sakit bekas. Banyak kursi stadion yang sudah rusak atau terkelupas catnya, serta area pintu masuk yang dihiasi coretan-coretan liar. Di media sosial, beredar video yang menunjukkan kondisi rumput lapangan yang buruk setelah diterpa hujan salju.

Sepertinya, Bilino Polje memang dirancang sebagai tempat sempurna untuk mengubur asa Italia melaju ke Piala Dunia.

“Stadion itu menyeramkan, bobrok, dengan karat yang menutupi hampir seluruh pagar seperti tanaman merambat,” tulis Corriere della Sera.

“Cerobong asap yang menjadi latar belakang kota semakin menonjol di antara bukit-bukit yang masih tertutup salju tipis.”

“Hal tersebut menjadikan Zenica salah satu kota paling tercemar di Eropa,” lanjut media berbasis di Milano.

Meskipun kondisi lapangan dan atmosfer di dalam stadion terasa sangat menakutkan, hal tersebut tidak dianggap sebagai alibi oleh Gennaro Gattuso. Dia menekankan bahwa Gli Azzurri siap bertanding dalam situasi apa pun.

“Kita jangan memikirkan hal itu. Itu cuma alasan,” ucap eks gelandang gahar AC Milan, dikutip dari Tuttomercatoweb.

“Kalau lapangan buruk, itu juga buruk bagi kedua tim, pertandingan tetap harus dilangsungkan.”

“Kalau kami memikirkan lapangan, tribun… Tidak, itu hanya untuk orang-orang lemah.”

“Saya sudah melihat lapangan itu, dan kondisinya baik-baik saja.”

“Saya pernah tinggal di dekat sana selama setahun (Kroasia), jadi tahu seperti apa kondisinya.”

“Jujur saja, bahkan jika kondisinya memang buruk, kita tidak bisa berbuat banyak,” lanjut Gattuso lagi.

Pos terkait