Di tengah momen mudik Lebaran, masyarakat tetap bisa memantau proses pengurusan tanah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan (Kantah). Hal ini dimungkinkan berkat hadirnya aplikasi Sentuh Tanahku yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pertanahan secara digital.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memastikan proses pemberkasan layanan pertanahan hanya dari genggaman tangan, kapan saja dan di mana saja. Dengan adanya kemudahan ini, masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke kantor hanya untuk mengecek status pengajuan dokumen mereka.
Meski layanan publik yang terus berkembang ke ranah digital ini sudah lama hadir, masih banyak warga yang belum memanfaatkannya secara maksimal. Banyak dari mereka masih memilih datang langsung ke Kantah hanya untuk memastikan berkas yang diajukan sudah selesai diproses atau belum.
Sentuh Tanahku bukan hanya sekadar alat pemantauan proses pengurusan tanah secara daring. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk memastikan bahwa tanah yang dimiliki sudah benar terdaftar dan terpetakan. Selain itu, saat sedang bertransaksi jual beli tanah, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memeriksa keaslian suatu sertipikat jika sudah berbentuk Sertipikat Elektronik.
“Dengan Sertipikat Elektronik ini, kita telah meng-combine-nya dengan Sentuh Tanahku. Tanah kita atau tanah orang lain juga bisa dicek. Jadi kalau ada orang mengaku-ngaku tanah miliknya atau ingin memeriksa apakah sertipikat asli atau palsu, semuanya bisa dicek melalui Sentuh Tanahku,” ujar Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan.
Sentuh Tanahku kini telah dikenal secara bertahap oleh masyarakat. Salah satu pengguna yang merasakan manfaatnya adalah Fitria, warga Jakarta Barat. Ia baru pertama kali mengunduh aplikasi ini saat tengah mengurus dokumen pertanahannya.
Pengalaman pertamanya langsung membuka pandangannya. “Sangat terbantu. Kita tidak perlu bolak-balik ke BPN untuk mengecek berkas, cukup buka Sentuh Tanahku saja. Prosesnya sampai mana, nanti kalau sudah selesai dikabari. Ada notifikasi ‘sudah selesai, silakan ambil’,” ujarnya sambil tersenyum.
Fitria mengaku menyesal baru mengetahui keberadaan aplikasi ini sekarang. Menurutnya, jika sejak dulu sudah memanfaatkan aplikasi tersebut, banyak waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena tidak perlu bolak-balik datang ke kantor hanya untuk mengurus berbagai layanan pertanahan.
Melalui aplikasi ini, berbagai informasi dan layanan dapat diakses dengan lebih mudah, praktis, dan efisien. Kisah Fitria menunjukkan bahwa Kementerian ATR/BPN telah menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan masyarakat.
Dengan memanfaatkan digitalisasi, khususnya melalui aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat tetap memantau proses layanan pertanahan kapan saja dan di mana saja, termasuk saat mudik Lebaran. Hal ini membuat pengurusan layanan menjadi lebih mudah, transparan, dan efisien.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…