Beban Berat di Pundak Italia, Donnarumma: Tak Perlu Berbohong



Gianluigi Donnarumma, kiper sekaligus kapten Timnas Italia, mengungkapkan bahwa tekanan yang dirasakan oleh dirinya dan rekan-rekannya sangat berat menjelang pertandingan final play-off Piala Dunia 2026.



Stadion Bilino Polje di Zenica akan menjadi tempat di mana Italia harus mempertaruhkan nasibnya untuk bisa melangkah ke Benua Amerika Utara. Pertemuan dengan Timnas Bosnia & Herzegovina akan menjadi ujian terakhir bagi Gli Azzurri dalam perjalanan menuju Piala Dunia.

Bacaan Lainnya

Pertandingan ini direncanakan digelar pada hari Selasa (31/3/2026) atau Rabu pukul 01.45 WIB. Pemenang dari laga tersebut akan ditentukan dalam waktu 90 menit, bahkan sampai babak perpanjangan waktu atau adu penalti.

Italia datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di babak semifinal. Gol-gol yang dicetak oleh Sandro Tonali dan Moise Kean membawa timnas meraih tiket ke final play-off. Sementara itu, Bosnia & Herzegovina berhasil melewati babak semifinal setelah mengalahkan Wales melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Jelang pertandingan penting ini, tekanan besar berada di pundak Timnas Italia. Pasalnya, Italia yang merupakan juara dunia empat kali telah absen dalam dua edisi terakhir, yaitu Piala Dunia 2018 dan 2022. Penyebabnya sama, yaitu kegagalan di fase play-off.

Donnarumma mengakui bahwa tekanan tersebut dirasakan oleh seluruh pemain. Namun, ia juga menegaskan bahwa tekanan ini justru memberikan motivasi bagi tim.

“Kami juga manusia, tidak ada gunanya bilang kalau kami tidak merasakan tekanan,” kata Donnarumma, dikutip dari Sky Sport Italia.

“Kami semua ingin tampil bagus dan lolos ke Piala Dunia, tapi ini adalah jenis tekanan yang tepat.”

“Kami sudah siap, kami harus menerapkan apa yang sudah kami persiapkan dalam latihan, fokus pada kemampuan kami, dan sisanya akan mengikuti dengan sendirinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Donnarumma menekankan bahwa melawan Timnas Bosnia & Herzegovina tidak boleh ada kesalahan lagi. Kegugupan dan canggung seperti saat menghadapi Irlandia Utara tidak boleh terulang kembali. Menurutnya, wajar jika ada rasa cemas yang menyelimuti, tetapi respons untuk menghadapinya yang perlu disikapi.

“Semua ini menjadi pengalaman berharga,” kata Donnarumma melanjutkan.

“Kami adalah skuad muda, wajar jika ada sedikit kecemasan dan adrenalin yang memuncak, tapi itu bagian dari olahraga.”

“Besok adalah pertandingan yang sangat penting yang harus kami hadapi dengan cara yang tepat.”

“Kami tidak boleh mengulangi kesalahan yang kami buat di babak pertama melawan Irlandia Utara.”

“Tim sudah siap dan bersemangat untuk menampilkan performa yang hebat agar kita bisa mencapai target ini,” pungkas kiper Manchester City.

Dari enam pertemuan antara Timnas Italia dan Timnas Bosnia & Herzegovina, Gli Azzurri masih unggul dengan meraih empat kemenangan.

Pos terkait