Pada hari Minggu, 12 April 2026, beberapa artikel nasional mendapat perhatian besar dari para pembaca. Berikut ini adalah tiga berita yang paling diminati pada hari tersebut.
1. Kondisi Terkini Andrie Yunus
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkapkan bahwa kondisi Andrie Yunus masih memerlukan pengobatan intensif setelah sebulan menjalani perawatan akibat disiram air keras oleh anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Fatia Maulidiyanti, anggota TAUD, menyampaikan bahwa Andrie telah menjalani lima kali operasi kulit dan mata di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Ia akan terus menjalani pengobatan selama beberapa bulan ke depan, termasuk rencana operasi mata tambahan dalam empat bulan mendatang.
Luka bakar yang dialami Andrie mencakup bagian paha, dada, leher, dan lengan. Selain itu, wajahnya juga mengalami cedera akibat siraman cairan korosif tersebut.
2. Sepeda Listrik Gubernur Jawa Tengah yang Mencuri Perhatian
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi sorotan setelah diketahui menggunakan sepeda listrik bernilai ratusan juta rupiah. Pada Kamis, 9 April 2026, ia tampak mengayuh sepeda bermerek Specialized warna hitam bersama aparatur sipil negara.
Sepeda tersebut identik dengan model Specialized seri 2023 Turbo Levo 3 Carbon yang dijual seharga US$ 6.799,99 atau setara Rp 116 juta. Sepeda elektrik ini dilengkapi suspensi di bagian tengah rangka dan garpu depan.
Namun, sepeda tersebut tidak tercatat dalam Laporan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikeluarkan pada 27 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, Luthfi hanya memiliki empat kendaraan berupa mobil.
3. Pengembangan Fitur Deteksi Foto AI di Aplikasi Jakarta Kini (JAKI)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambahkan fitur deteksi foto AI di aplikasi pengaduan Jakarta Kini (JAKI). Tujuannya adalah untuk mencegah manipulasi foto respons yang dilakukan menggunakan teknologi AI.
Budi Awaluddin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta, menjelaskan bahwa sistem JAKI akan diperkuat dengan validasi foto yang lebih ketat. Selain itu, pihak pemerintah akan menggunakan dokumentasi langsung dari lapangan dan mengembangkan fitur untuk mendeteksi potensi manipulasi atau fraud.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan sanksi bagi siapa pun yang terbukti memanipulasi laporan sistem pengaduan. Masyarakat juga bisa memberikan umpan balik melalui rating dan ulasan setelah laporan mereka ditindaklanjuti.







