Categories: Human Interest

Kamis, 02 April 2026: Siapakah Tuhan Itu?

Renungan Katolik Pekan Suci: Menghadapi Pengkhianatan dan Penyangkalan Diri

Pada hari Kamis dalam Pekan Suci, Gereja Katolik mengajak umat untuk merenungkan tema mendalam: “Tuhan, siapakah itu?” Hari ini, kita memperingati Santo Benyamin, seorang martir, dan mengenakan warna liturgi ungu yang melambangkan pertobatan dan persiapan. Renungan ini mengajak kita untuk tidak hanya melihat penderitaan Yesus, tetapi juga untuk menginsafi adanya pengkhianatan dan penyangkalan yang bisa muncul di sekitar kita, bahkan dalam diri kita sendiri.

Bacaan Liturgi Hari Ini

Bacaan-bacaan pada hari Kamis, 02 April 2026, memberikan landasan kuat untuk refleksi kita:

Bacaan Pertama: Yesaya 49:1-6

Nabi Yesaya berbicara tentang seorang hamba yang dipilih Tuhan sejak dari kandungan. Hamba ini diberi tugas mulia untuk memulihkan umat Israel dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa, membawa keselamatan hingga ke ujung bumi. Meskipun tugas ini penuh dengan kesulitan dan penderitaan, Allah menjamin bahwa karya keselamatan-Nya akan terus berjalan.

“Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku, “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Tetapi aku berkata, “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia! Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku.” Maka sekarang berfirmanlah Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatanku; beginilah firman-Nya, “Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub, dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.””

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17

Mazmur ini adalah seruan perlindungan dan kepercayaan penuh kepada Tuhan di tengah kesulitan.

Ref. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, ya Tuhan.

  1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-sekali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
  2. Jadilah padaku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik!
  3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku!
  4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Salam, ya Raja kami yang setia kepada Bapa; Engkau dibawa untuk disalibkan, tidak membuka mulut seperti domba yang dibawa ke pembantaian.

Bacaan Injil: Yohanes 13:21-33.36-38

Dalam perjamuan Paskah terakhir, Yesus mengungkapkan kesedihan-Nya dengan berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Perkataan ini menimbulkan ketegangan di antara para murid. Ketika ditanya oleh murid yang dikasihi-Nya, Yesus memberikan petunjuk bahwa pengkhianat itu adalah orang yang akan menerima roti yang dicelupkan-Nya. Roti tersebut kemudian diberikan kepada Yudas Iskariot. Yesus juga menubuatkan bahwa Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam jantan berkokok.

“Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya Yesus sangat terharu, lalu bersaksi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain; mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid-murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata, “Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!” Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada Yesus, “Tuhan, siapakah itu?” Jawab Yesus, “Dia adalah orang, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya, “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus, Sekarang Anak Manusia dipermuliakan, dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, tinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi ‘Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang’ demikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus, “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu.” Sahut Yesus, “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.””

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Refleksi Harian: “Tuhan, Siapakah Itu?”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam suasana Pekan Suci ini, kita diajak untuk menyelami kedalaman hati. Bukan sekadar merenungkan penderitaan Yesus, tetapi juga menyadari bahwa di tengah-tengah kesetiaan, ada potensi pengkhianatan dan penyangkalan. Pertanyaan yang diajukan dalam Injil hari ini, “Tuhan, siapakah itu?”, bukan sekadar keingintahuan tentang identitas pelaku, melainkan sebuah undangan untuk menguji sikap batin kita. Apakah kita berani melihat sisi gelap dalam diri kita sendiri, di hadapan Tuhan yang Maha Tahu segalanya?

Bacaan dari Nabi Yesaya mengingatkan kita bahwa bahkan hamba pilihan Tuhan pun harus melalui penderitaan dalam menjalankan panggilannya. Namun, di balik kesulitan itu, ada janji keselamatan yang tak tergoyahkan. Sementara itu, Injil Yohanes dengan jelas menunjukkan bahwa pengkhianatan dan penyangkalan adalah ancaman nyata, bahkan bagi mereka yang paling dekat dengan Yesus. Suasana yang tadinya penuh keakraban berubah menjadi tegang saat Yesus mengungkapkan bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianati-Nya. Ini menjadi pengingat bahwa dosa selalu mengintai, terutama ketika iman mulai goyah.

Nubuat Yesus tentang penyangkalan Petrus menegaskan bahwa kerentanan terhadap kejatuhan tidak hanya dialami oleh “orang lain”, tetapi kita semua berisiko jika lepas dari kasih dan kewaspadaan. Pertanyaan “Tuhan, siapakah itu?” seharusnya menjadi sebuah doa permohonan untuk kejujuran batin.

Mari kita renungkan beberapa hal:

  • Saat menghadapi konflik atau kekecewaan, apakah kita lebih cepat menunjuk kesalahan orang lain, ataukah kita bersedia bertanya dalam hati: “Tuhan, di manakah bagian hatiku yang mungkin serupa dengan pengkhianatan atau penyangkalan?”
  • “Iman diuji saat cinta mulai meredup.” Di Perjamuan Terakhir, meskipun secara fisik dekat dengan Yesus, hati para murid bisa saja mulai menjauh. Mari kita renungkan: kebiasaan dosa apa yang perlahan-lahan mengikis kesetiaan kita? Langkah nyata apa yang bisa kita ambil minggu ini agar iman kita tidak “jatuh diam-diam”?
  • “Yesus tidak menyerah meski tahu kelemahan kita.” Allah tetap memilih hamba-Nya untuk menyelamatkan, meskipun hamba itu akan mengalami penderitaan. Yesus tetap bersama murid-murid-Nya, meskipun Ia tahu kerapuhan mereka. Mari kita renungkan: apa yang perlu kita akui dalam doa—baik melalui pengakuan dosa, permohonan rahmat, maupun tekad baru—agar kita kembali setia, bukan hanya karena takut ketahuan, tetapi karena cinta yang tulus kepada Yesus?

Pesan untuk Kita

Saudara-saudari terkasih, Pekan Suci mengundang kita untuk tidak hanya mencari jawaban atas pertanyaan “siapa” yang bersalah. Lebih dari itu, pertanyaan ini menuntun kita pada sikap hati yang mendalam: kembali kepada Tuhan dengan kejujuran dan pertobatan.

Kiranya kita berani berdoa dengan tulus: “Tuhan, siapakah itu?” Semoga terang Tuhan menelusuri relung hati kita, menyembuhkan kelemahan kita, dan menguatkan kita untuk senantiasa setia mengikuti jejak Yesus Kristus.

Tuhan memberkati kita semua.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

6 jam ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

6 jam ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

7 jam ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

8 jam ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

10 jam ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

11 jam ago