Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai Hampir 200 Ribu Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta
TANGERANG – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diproyeksikan akan menghadapi lonjakan aktivitas penumpang yang signifikan pada periode arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Perkiraan puncak arus balik jatuh pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, dengan estimasi pergerakan penumpang yang sangat tinggi.
Heru Karyadi, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengungkapkan bahwa pada hari puncak tersebut, bandara diperkirakan akan melayani sekitar 198.387 penumpang. Angka ini mencakup penumpang yang datang maupun yang berangkat. Selain itu, jumlah pergerakan pesawat pun diprediksi akan mencapai 1.221 penerbangan dalam satu hari.
“Puncak arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi akhir pekan ini dengan estimasi pergerakan penumpang mencapai 198.387 orang dengan 1.221 pesawat,” ujar Heru pada Rabu, 25 Maret 2026.
Faktor Pendorong Tingginya Mobilitas Penumpang
Beberapa faktor diperkirakan berkontribusi pada tingginya mobilitas masyarakat menggunakan transportasi udara pada periode Lebaran kali ini. Faktor-faktor tersebut antara lain:
- Libur Sekolah Bertepatan dengan Libur Lebaran: Kebijakan libur sekolah yang jatuh berdekatan dengan momen Lebaran memberikan kesempatan lebih panjang bagi keluarga untuk merencanakan perjalanan, baik untuk mudik maupun berlibur.
- Peningkatan Destinasi Wisata: Semakin banyaknya pilihan destinasi wisata yang menarik di berbagai daerah turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momen libur panjang guna berekreasi.
- Kondisi Perekonomian yang Membaik: Peningkatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat memungkinkan lebih banyak individu dan keluarga untuk mengalokasikan anggaran perjalanan.
- Penerapan Kebijakan Work From Anywhere (WFA): Adopsi kebijakan WFA di sejumlah perusahaan dan instansi pemerintah memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi para pekerja. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperpanjang durasi perjalanan mudik atau liburan, karena tidak terikat pada jam kerja kantor yang ketat.
“Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode lebaran baik yang mudik ataupun berlibur,” jelas Heru. “Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara dalam menjalani perjalanan domestik dan internasional.”
Kesiapan Operasional dan Pengerahan Personel
Sebagai salah satu bandara tersibuk dan terbesar di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga kelancaran operasional, serta memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa.
Untuk mengantisipasi dan mengelola lonjakan penumpang serta pergerakan pesawat selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran, bandara yang berlokasi di Benda, Kota Tangerang, Banten, ini telah mengerahkan sebanyak 7.832 personel operasional.
Personel ini ditempatkan di berbagai lini pelayanan, keamanan, dan operasional bandara. Jumlah personel yang dikerahkan ini mengalami peningkatan sekitar 6 persen dibandingkan dengan kondisi operasional normal harian. Peningkatan ini dilakukan secara strategis untuk mengantisipasi kepadatan yang diprediksi akan terjadi.
Selain pengerahan personel, kesiapan operasional juga diperkuat melalui koordinasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Koordinasi ini mencakup berbagai persiapan guna memastikan kelancaran operasional selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Kami telah berkomunikasi dengan pihak maskapai, ground handling, serta otoritas terkait dalam mengoptimalkan pengaturan arus penumpang dan fasilitas terminal,” ungkap Heru.
Penguatan Sistem Kendali Operasional dan Pengawasan
Direktur Utama InJourney Aviation Services (IAS), Budi Setyawan Wijaya, menekankan bahwa fokus pelayanan pada arus mudik tahun ini adalah untuk memperkuat sistem kendali operasional dan pengawasan di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir potensi masalah yang mungkin timbul, seperti kehilangan barang bawaan penumpang pada bagasi dan kargo, atau kesalahan pengiriman ke alamat tujuan yang tidak sesuai. Penguatan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan penumpang terhadap layanan yang diberikan.







