Perdagangan hari ini diprediksi akan diwarnai oleh koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di tengah potensi penurunan ini, para analis menyarankan untuk mencermati pergerakan saham-saham dari emiten ternama seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Ivan Rosanova, seorang analis dari BinaArtha Sekuritas, memperkirakan IHSG berpotensi mengalami pelemahan dan bergerak menuju kisaran level 7.105 hingga 7.140. Prediksi ini didasarkan pada penutupan perdagangan sebelumnya yang menunjukkan pelemahan tipis di atas level support minor di angka 7.305. Menurut Ivan, area 7.105–7.140 masih dianggap sebagai zona support yang kuat dalam jangka pendek.
Namun, Ivan juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan penurunan lebih lanjut. Jika tekanan jual meningkat secara agresif, IHSG bisa saja mengalami penurunan lanjutan hingga mencapai level 6.744.
Untuk mempermudah pemahaman pergerakan indeks, berikut adalah level-level kunci yang perlu diperhatikan:
Level Support IHSG:
Level Resistance IHSG:
Analisis teknikal Ivan juga menyoroti indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence). “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” ungkapnya, mengindikasikan potensi tren penurunan.
Penting untuk memahami konsep support dan resistance dalam analisis teknikal:
Indikator MACD sendiri merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus bergerak naik menandakan kelanjutan tren naik (positive slope) dan momentum beli yang kuat.
Sejalan dengan analisis tersebut, Ivan juga merilis daftar saham yang patut dicermati pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, Nafan Aji Gusta Utama, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, menawarkan pandangan yang sedikit berbeda. Secara teknikal, Nafan menilai IHSG seharusnya masih berada dalam fase penurunan harga yang terbatas (limited downside), asalkan indikator RSI (Relative Strength Index) menunjukkan kondisi oversold. Di sisi lain, indikator Stochastic KD dan RSI masih memberikan sinyal positif, meskipun volume perdagangan terlihat menurun.
Nafan mengidentifikasi beberapa faktor yang memicu sentimen pasar:
Meskipun demikian, Nafan melihat adanya potensi aksi rebalancing portofolio oleh para manajer investasi menjelang akhir bulan. Momentum ini semakin kuat mengingat sisa dua hari perdagangan di bulan Maret dan penutupan kuartal pertama tahun 2026.
“Kemungkinan akan ada aksi rebalancing portofolio oleh para pelaku manajer investasi demi mempercantik laporan kinerja portofolio secara kuartalan,” ujar Nafan.
Untuk perdagangan hari ini, Nafan memberikan tiga rekomendasi saham yang patut dicermati:
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…