KB Bank Bidik Kredit 12-15%, KPR Jadi Motor Penggerak

Optimisme KB Bank: Target Pertumbuhan Kredit Ganda Digit di 2026 Melalui Strategi Selektif dan Penguatan KPR

PT Bank KB Indonesia (KB Bank) menyambut tahun 2026 dengan optimisme tinggi, menargetkan ekspansi kredit yang lebih pesat. Bank ini memproyeksikan pertumbuhan kredit di kisaran 12% hingga 15% pada tahun 2026. Pencapaian target ambisius ini akan didukung oleh penerapan strategi penyaluran kredit yang tidak hanya hati-hati, tetapi juga sangat selektif dan berbasis risiko, mengingat dinamika ketidakpastian ekonomi global yang terus berkembang.

Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan komitmen bank dalam mengelola portofolio kredit secara bijak. “Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, KB Bank menerapkan strategi penyaluran yang selektif dan berbasis risiko,” ujar Kunardy. Pendekatan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kredit sekaligus memaksimalkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Salah satu fokus utama KB Bank untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit adalah pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kunardy mengungkapkan bahwa segmen KPR akan memegang porsi yang cukup signifikan dalam target pertumbuhan kredit tahun ini. Secara keseluruhan, KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 12%–15% pada tahun 2026. Untuk segmen KPR, kontribusi yang diharapkan adalah sekitar 6%–8% dari total target pertumbuhan tersebut.

Strategi Penguatan KPR: Kemitraan dan Diversifikasi Produk

Untuk mendorong akselerasi pertumbuhan KPR, KB Bank berencana untuk memperluas jaringan kolaborasi kemitraan. Kemitraan strategis ini akan mencakup berbagai pihak, mulai dari agen perumahan, developer properti, hingga perusahaan teknologi finansial (fintech). Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memberikan solusi pembiayaan yang lebih inovatif bagi calon nasabah.

Selain itu, KB Bank juga akan aktif mendorong diversifikasi produk dalam portofolio KPR. Salah satu produk yang mendapat perhatian khusus adalah KPR-take over. Produk ini semakin diminati oleh masyarakat karena menawarkan suku bunga yang sangat kompetitif, menjadikannya pilihan menarik bagi nasabah yang ingin memindahkan KPR mereka dari bank lain.

“KPR-take over saat ini berkontribusi sekitar 45% terhadap portofolio KPR,” ungkap Kunardy, menunjukkan besarnya potensi segmen ini. Tingginya partisipasi nasabah dalam KPR-take over menjadi bukti bahwa KB Bank mampu menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan daya beli masyarakat.

Pengelolaan Risiko Kredit Bermasalah (NPL)

Tak hanya fokus pada pertumbuhan, KB Bank juga menaruh perhatian besar pada pengelolaan kualitas aset. Bank ini menargetkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) secara gross untuk segmen KPR dapat ditekan. Targetnya, NPL KPR akan berada di kisaran 6%-7% pada akhir tahun 2026.

Penurunan NPL ini sejalan dengan penerapan strategi penyaluran kredit yang lebih hati-hati dan selektif. Dengan proses analisis kredit yang lebih mendalam dan pemantauan yang ketat, KB Bank berupaya memastikan bahwa setiap kredit yang disalurkan memiliki potensi pengembalian yang baik dan risiko yang terkelola.

Dengan pendekatan yang lebih berhati-hati dan penyaluran yang lebih selektif, Kunardy Darma Lie menyatakan keyakinannya bahwa KB Bank akan mampu mencetak pertumbuhan kredit yang signifikan, bahkan mencapai double digit pada tahun ini. Komitmen terhadap inovasi produk, perluasan kemitraan strategis, dan manajemen risiko yang prudent menjadi pilar utama yang menopang optimisme KB Bank dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar perbankan Indonesia.

Pos terkait