Sistem Transportasi Terpadu Siap Dukung Kelancaran Pemedek di Pura Agung Besakih
Amlapura – Menjelang puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh, pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih telah mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus persembahyangan. Sebuah sistem transportasi terpadu berbasis shuttle disiapkan untuk mengatasi potensi kepadatan pengunjung dan meningkatkan kenyamanan umat yang hendak tangkil (berkunjung) ke pura yang berlokasi di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk memberikan pengalaman beribadah yang lebih baik bagi para pemedek. Dengan mengurai kepadatan, diharapkan para umat dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ritual persembahyangan di salah satu pura terbesar dan tersuci di Bali.
Armada Shuttle yang Dikerahkan
Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menjelaskan bahwa total sebanyak 20 unit shuttle akan dioperasikan selama rangkaian upacara berlangsung. Armada ini dirancang untuk melayani berbagai kebutuhan pergerakan pemedek di dalam kawasan.
“Kami dari Badan Pengelola mempersiapkan sebanyak 20 shuttle untuk membantu pemedek saat tangkil ke Besakih,” ujar Muliarta pada Minggu, 29 Maret 2026.
Armada yang disiapkan terdiri dari dua jenis kendaraan yang memiliki fungsi berbeda untuk efisiensi operasional:
- Shuttle Konvensional (Non Listrik): Kendaraan jenis ini akan difungsikan untuk melayani rute utama dari Terminal Kedundung menuju kawasan Manik Mas. Rute ini menjadi titik awal pergerakan bagi banyak pemedek yang datang.
- Shuttle Listrik: Untuk memberikan kemudahan lebih, shuttle listrik disiapkan untuk melanjutkan perjalanan dari Manik Mas menuju area Padma Bhuwana, yang lokasinya lebih dekat dengan pusat area persembahyangan utama.
Prioritas Penggunaan Shuttle Listrik
Meskipun shuttle listrik menawarkan kenyamanan tambahan, penggunaannya diatur secara khusus. Pengoperasian kendaraan listrik ini tidak dibuka untuk umum secara bebas. Prioritas utama diberikan kepada kelompok pemedek yang membutuhkan perhatian khusus, meliputi:
- Lanjut usia (lansia)
- Ibu hamil
- Bayi dan anak-anak kecil
- Penyandang disabilitas
Wisatawan pun hanya dapat menggunakan fasilitas shuttle listrik ini jika mereka termasuk dalam kategori prioritas yang telah ditetapkan. Hal ini memastikan bahwa mereka yang paling membutuhkan aksesibilitas lebih dapat memanfaatkannya.
Layanan Gratis dan Jadwal Operasional
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh pengelola adalah bahwa seluruh layanan shuttle, baik yang konvensional maupun listrik, akan disediakan secara gratis bagi seluruh pemedek. Ini merupakan bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban biaya transportasi bagi umat yang datang bersembahyang.
Dari sisi operasional, terdapat perbedaan jadwal antara kedua jenis shuttle:
- Shuttle Listrik: Akan beroperasi secara terbatas, dimulai dari pagi hari hingga pukul 22.00 WITA. Jam operasional ini difokuskan untuk melayani pergerakan di area yang lebih dekat dengan pusat ritual.
- Shuttle Non Listrik: Yang melayani rute awal dari Terminal Kedundung ke Manik Mas, akan beroperasi penuh selama 24 jam. Kesiapan operasional 24 jam ini sangat krusial untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan umat, terutama pada jam-jam sibuk atau kedatangan di luar jam normal.
Muliarta menambahkan bahwa layanan transportasi terpadu ini akan mulai beroperasi pada tanggal 2 hingga 23 April 2026. Periode ini mencakup seluruh rangkaian puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh, memastikan dukungan transportasi tersedia sepanjang momen penting tersebut.
Dengan adanya sistem transportasi terpadu ini, diharapkan kepadatan di area parkir dapat berkurang, arus lalu lintas di dalam kawasan menjadi lebih lancar, dan yang terpenting, para pemedek dapat menjalankan ibadah mereka dengan lebih nyaman dan khusyuk. Pengelola Pura Agung Besakih terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi umat yang datang dari berbagai penjuru.







