Pencarian terhadap dua korban kecelakaan kapal long boat yang tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) memasuki hari ketiga. Operasi dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Senin (23/3/2026).
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Tarakan, Dede Hariana, menjelaskan bahwa operasi pencarian terus berlangsung dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa peningkatan area pencarian dilakukan sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.
Pencarian hari ketiga dimulai dengan briefing pada pukul 06.00 WITA sebelum tim diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP). Dede mengatakan bahwa tim SAR gabungan melakukan penyisiran di beberapa titik koordinat yang telah ditentukan di sekitar lokasi kejadian.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WITA, saat sebuah long boat yang membawa tiga orang dihantam badai di perairan tersebut. Informasi kejadian diterima Kantor SAR Tarakan pada pukul 16.30 WITA dari pihak keluarga korban, yang kemudian segera ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.
Dalam kejadian tersebut, terdapat tiga korban yang merupakan warga Kota Tarakan. Salah satu korban, Mahmud (50), warga Sebengkok, berhasil selamat setelah melaporkan kejadian ke Polairud Polda Kalimantan Utara. Sementara dua korban lainnya, yakni Sudirman (48), warga Jembatan Besi dan Olleng (49), warga Sebengkok, hingga kini masih dalam pencarian.
Pada hari ketiga ini, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area yang lebih luas dengan empat titik koordinat utama, yang membentang dari sekitar 3°21’44” Lintang Utara hingga 3°40’54” Lintang Utara, serta 117°30’8” hingga 117°49’11” Bujur Timur. Lokasi kejadian sendiri berada di Perairan Tanah Merah dengan jarak tempuh sekitar 17,47 nautical mile atau kurang lebih dua jam perjalanan laut dari Kantor SAR Tarakan.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Kantor SAR Tarakan, Polairud Polda Kaltara, Pos AL Bunyu, KPLP Bunyu, UPP Bunyu, serta keluarga dan masyarakat setempat. Adapun peralatan yang digunakan dalam pencarian meliputi satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Inflatable Boat, satu set perlengkapan medis, serta dua unit alat komunikasi.
Dede menambahkan bahwa kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah dan tidak terdapat kendala signifikan selama proses operasi berlangsung. “Cuaca mendukung dan tidak ada hambatan berarti, sehingga pencarian dapat dilakukan secara maksimal,” tambahnya.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan harapan korban segera ditemukan.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…