Hari pertama setelah lebaran, atau yang dikenal dengan H+1 Lebaran, Taman Wisata Candi Prambanan di Klaten mengalami lonjakan pengunjung. Lokasi yang berada di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi keluarga maupun pasangan muda-mudi.
Menurut laporan dari sumber lokal, jumlah pengunjung mencapai sekitar 5.000 orang hingga siang hari. Plt Direktur Utama Injuorney Destination Management (IDM), Joel Siahaan menyebutkan bahwa jumlah tersebut terus meningkat seiring waktu.
“Jam 11-an itu kita pengunjungnya sudah sekitar 4.000 an hampir 5.000, dan biasanya trennya juga sampai menjelang sore juga masih banyak (meningkat),” ujar Joel. Dia menargetkan jumlah pengunjung bisa mencapai 15 ribu hingga 20 ribu orang dalam satu hari.
Pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, yaitu Injuorney Destination Management (IDM), telah mempersiapkan segala sesuatu agar pengunjung dapat menikmati pengalaman liburan yang menyenangkan. Beberapa persiapan dilakukan, seperti:
Dengan persiapan tersebut, pengelola berharap pengunjung dapat merasakan pengalaman yang tidak terlupakan selama berada di destinasi ini.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kebanyakan pengunjung datang secara berkelompok. Mereka terlihat asyik menikmati suasana di kompleks candi, mulai dari foto bersama, berkeliling Candi Prambanan, maupun duduk santai di bawah pepohonan yang rindang.
Beberapa kelompok pengunjung seperti pasangan muda-mudi, keluarga inti, maupun keluarga besar tampak sangat menikmati momen liburan mereka. Banyak dari mereka memilih untuk menghabiskan waktu di area candi karena memiliki nilai sejarah dan estetika yang tinggi.
Untuk menambah daya tarik, IDM juga menambah beberapa fasilitas selama musim libur lebaran kali ini. Dengan mengangkat tema liburan di candi, beberapa kegiatan dan fasilitas baru disediakan, seperti:
Salah satu pengunjung, Richelya Priscilla (23) asal Ternate, mengungkapkan alasan ia memilih Candi Prambanan sebagai tujuan wisata.
“Kalau Prambanan tuh menarik ya, apalagi ada kisah Roro Jonggrangnya. Jadi kalau misalnya kita amati dari candi-candi di sana, itu kayak throwback atau misalnya balik lagi ke masa lalu,” ujar Richel.
Ia juga menyebutkan bahwa bangunan candi yang pernah runtuh akibat gempa kini telah direkonstruksi dan kembali terlihat bagus. Selain itu, ia menyukai spot foto yang tersedia di sekitar candi.
“Foto-foto juga banyak ya, spot-spot fotonya juga menarik. Apalagi ada jasa tuh kalau misalnya kita mau pakai kayak baju daerah Jogja terus ini kayak unik gitu, apalagi latar belakangnya bagus ada candi Prambanan,” ucapnya.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…