Categories: Politik

Desak Cabut Paspor 7 Pemain Naturalisasi Gadungan

Keputusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) baru-baru ini telah menguatkan sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang diduga menggunakan dokumen palsu. Meskipun FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia) mengajukan banding, CAS menolak sebagian besar banding tersebut, namun memberikan sedikit kelonggaran. Hukuman skorsing 12 bulan dari FIFA untuk tujuh pemain ini, yaitu Facundo Garces, Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, tetap berlaku. Namun, CAS menerima sebagian banding mereka sehingga hukuman tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi. Ini berarti para pemain tersebut masih diizinkan untuk berlatih dan berpartisipasi dalam kegiatan profesional bersama klub mereka masing-masing.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama para penggemar sepak bola Malaysia yang merasa citra olahraga negara mereka tercoreng akibat skandal ini. Kelompok suporter setia Timnas Malaysia, Ultras Malaya, menjadi salah satu pihak yang paling vokal menyuarakan kekecewaannya. Melalui unggahan di halaman Facebook resmi mereka, Ultras Malaya mengajukan dua tuntutan tegas kepada pihak yang berwenang.

Tuntutan Ultras Malaya

Ultras Malaya mendesak agar akar permasalahan ini segera diatasi sebelum membahas hal-hal lain yang berkaitan dengan sepak bola Malaysia. Dua tuntutan utama mereka adalah:

  1. Pengakuan Adanya Pemalsuan Dokumen: Ultras Malaya menuntut agar pihak yang bertanggung jawab secara resmi mengakui bahwa telah terjadi pemalsuan dokumen yang melibatkan ketujuh pemain naturalisasi tersebut. Pengakuan ini dianggap sebagai langkah awal yang krusial untuk membersihkan nama sepak bola Malaysia.
  2. Pencabutan Kewarganegaraan: Tuntutan kedua yang tak kalah penting adalah mendesak agar kewarganegaraan ketujuh pemain yang terlibat segera dicabut. Ultras Malaya berpendapat bahwa dengan adanya bukti pemalsuan, status kewarganegaraan mereka menjadi tidak sah.

Dalam pernyataannya, Ultras Malaya secara tegas menyampaikan kekecewaan mereka atas proses yang berlarut-larut. “Sebelum ini, Anda meminta untuk menunggu keputusan FIFA? Ya. Anda meminta untuk menunggu banding FIFA? Ya. Anda meminta untuk menunggu banding CAS? Ya,” tulis mereka, menyindir lamanya penantian terhadap keputusan. “Sekarang kami meminta. Akui bahwa pemalsuan dokumen telah terjadi! Cabut kewarganegaraan tujuh individu yang terlibat! Mari kita selesaikan masalah mendasar ini terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa membicarakan hal-hal lain,” seru mereka.

Sikap FAM dan Penilaian CAS

Menanggapi keputusan CAS, FAM menyatakan bahwa mereka menghormati putusan tersebut, meskipun merasa bahwa sanksi yang diberikan seharusnya bisa lebih adil. FAM berpendapat bahwa hukuman yang dijatuhkan kepada para pemain tersebut tidak proporsional jika dibandingkan dengan sanksi yang pernah diberikan dalam kasus-kasus serupa sebelumnya yang diputuskan oleh CAS.

FAM menambahkan bahwa mereka akan menunda komentar lebih lanjut hingga alasan-alasan lengkap di balik keputusan CAS tersebut dapat ditinjau secara menyeluruh. “Sanksi terhadap para pemain telah diubah, meskipun mereka tetap dilarang bermain selama delapan bulan ke depan,” demikian bunyi pernyataan FAM. “FAM menghormati yurisdiksi CAS, namun FAM berpendapat bahwa hukuman yang dijatuhkan tampak tidak proporsional, terutama jika dibandingkan dengan hukuman dalam kasus serupa yang sebelumnya diputuskan oleh CAS. FAM akan menilai masalah ini lebih lanjut setelah keputusan lengkap diperoleh.”

FAM juga menekankan bahwa alasan lengkap di balik keputusan CAS belum dirilis. Oleh karena itu, komentar lebih lanjut mengenai substansi keputusan tersebut akan disampaikan setelah rincian lengkapnya ditinjau. Sepanjang proses ini, FAM mengakui adanya kegagalan pengawasan yang terjadi dan telah menerima tanggung jawab atas hal tersebut. Investigasi yang dilakukan oleh lembaga pemerintah di Malaysia serta FIFA masih terus berlangsung. FAM berjanji akan terus memberikan kerja sama penuh kepada semua otoritas terkait dalam proses investigasi ini.

FAM memandang keputusan CAS sebagai situasi yang mengecewakan, terutama bagi para pemain yang terlibat. Menurut FAM, para pemain tersebut tidak terlibat dalam proses administrasi dan tidak memiliki pengetahuan mengenai hal-hal administratif terkait dokumen. “Para pemain tersebut adalah warga negara Malaysia yang telah diberikan kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan hukum di Malaysia,” tambah FAM, membela posisi para pemain.

Skandal ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia, menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas proses naturalisasi dan pengawasan dokumen. Tuntutan dari Ultras Malaya mencerminkan keinginan kuat masyarakat sepak bola untuk melihat keadilan ditegakkan dan akuntabilitas dipertanggungjawabkan.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Jadwal Bioskop Bali, Minggu (5/4): Denpasar Cineplex – TSM XXI, Ayo Tonton!

bali. , DENPASAR – Warga Kota Denpasar, Bali, bisa memanfaatkan waktu sejenak untuk melakukan proses…

57 menit ago

Fortuner Mabuk Maut: 2 Tewas, 7 Luka Akibat Tabrak 6 Kendaraan

Tragedi Malam di PIK: Fortuner Mabuk Tewaskan Dua Orang, Tujuh Terluka Sebuah insiden tragis mengguncang…

59 menit ago

7 Adegan Menegangkan Ji Chang Wook di Film Koloni Bertema Zombie, Sebagai Petugas Keamanan

Penampilan Ji Chang Wook dalam Film Colony yang Membuat Antusiasme Meningkat Ji Chang Wook kembali…

2 jam ago

Cara Bersihkan Karang Gigi Menggunakan BPJS Kesehatan

Manfaatkan Layanan Scaling Gigi Gratis Melalui BPJS Kesehatan Banyak orang menghindari prosedur scaling atau pembersihan…

3 jam ago

Nenek 80 Tahun di Jambi Tak Berdaya Hadapi Dua Perampok yang Merampok Warung Kopinya

Perampokan Berdarah Nenek 80 Tahun di Jambi Peristiwa tragis terjadi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung…

3 jam ago

Prakiraan Cuaca Banten Hari Ini: Cilegon hingga Tangerang Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Wilayah Banten Hari Ini Hari ini, Minggu 5 April 2026, prakiraan cuaca di…

4 jam ago