Bantuan Stimulan Rp 86,1 Miliar Disalurkan untuk Perbaikan Rumah Korban Banjir Bireuen
Bireuen, Aceh – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah menganggarkan dana sebesar Rp 86,1 miliar sebagai stimulan perbaikan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Bireuen. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di halaman Pendopo Bupati Bireuen pada hari Selasa, 3 Maret 2026, oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc.
Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Kegiatan ini juga terhubung secara virtual melalui konferensi video dengan perwakilan dari 16 kabupaten/kota yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menko PMK, Prof. Dr. Pratikno, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat korban bencana. Bantuan yang disalurkan kali ini difokuskan pada perbaikan rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, baik untuk tahap I maupun tahap II, termasuk untuk wilayah Bireuen.
“Pemerintah menyalurkan kembali bantuan kepada masyarakat korban bencana yang diperuntukkan memperbaiki rumah yang rusak ringan dan rusak sedang untuk tahap II dan juga tahap I seperti untuk Bireuen,” ujar Pratikno.
Beliau menambahkan bahwa penyaluran bantuan tahap demi tahap sangat bergantung pada akurasi data yang berhasil dikumpulkan di lapangan. “Barusan kita serah secara simbolis untuk 16 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat secara zoom meeting dari Bireuen,” jelasnya.
Percepatan Aktivitas Masyarakat Pasca Bencana
Arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia menekankan pentingnya percepatan pemulihan aktivitas masyarakat pasca bencana. Dengan adanya dana stimulan ini, diharapkan masyarakat korban banjir dapat segera menata kembali tempat tinggal mereka dan kembali pulang ke rumah, tidak lagi berdiam di tempat pengungsian.
“Arahan bapak presiden agar masyarakat bisa segera beraktivitas kembali, jadi dengan pemberian dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang masyarakat bisa segera menata kembali dan pulang kerumahnya, tidak lagi di pengungsian,” tegas Pratikno.
Rincian Bantuan Stimulan
Bantuan stimulan yang diserahkan secara simbolis di Kabupaten Bireuen mencapai total Rp 86.100.000.000. Dana ini akan disalurkan kepada 4.347 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terdampak banjir.
Rincian pembagian bantuan tersebut adalah sebagai berikut:
Rumah Rusak Ringan:
- Jumlah Penerima: 2.954 KK
- Nilai Bantuan per KK: Rp 15.000.000
- Total Bantuan: Rp 44.310.000.000
Rumah Rusak Sedang:
- Jumlah Penerima: 1.393 KK
- Nilai Bantuan per KK: Rp 30.000.000
- Total Bantuan: Rp 41.790.000.000
Menko PMK juga menyatakan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses pembangunan rumah bagi para korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Kita memang butuh waktu dan terus berusaha keras untuk menyelesaikan secepat-secepatnya,” ucapnya, menunjukkan upaya pemerintah dalam penanganan bencana yang komprehensif.
Pentingnya Akurasi Data dalam Penyaluran Bantuan
Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, menekankan bahwa kelancaran dan percepatan realisasi bantuan sangat bergantung pada data yang akurat dari lapangan. Ia mengimbau Pemerintah Daerah untuk memastikan data yang diajukan mulai dari tingkat desa hingga kecamatan harus tepat dan valid.
“Kami selalu mengimbau Pemerintah Daerah agar data dari tingkat desa mulai keuchik (kepala desa), camat, semuanya data harus akurat karena masyarakat yang terdampak bencana berhak mendapat bantuan dari pemerintah,” ujar Wagub Fadhullah.
Beliau menambahkan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah pusat di daerah untuk menyalurkan bantuan kepada para korban bencana, khususnya bagi mereka yang rumahnya rusak ringan dan sedang.
Tantangan Verifikasi Data Rumah Rusak
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, S.T., dalam sambutannya memaparkan bahwa total rumah yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di wilayahnya mencapai lebih dari 23 ribu unit. Namun, dari jumlah tersebut, baru lebih dari 5.000 rumah yang berhasil lolos verifikasi. Dari angka yang terverifikasi itu, terdapat lebih dari 4.000 rumah rusak ringan dan sedang, serta sekitar 1.100 rumah mengalami kerusakan berat.
Tantangan terbesar saat ini adalah jumlah rumah yang belum terverifikasi yang masih mencapai hampir 10.000 unit. Angka ini juga termasuk potensi sanggahan data dari masyarakat yang perlu ditinjau lebih lanjut.
“Kemudian, jumlah rumah yang belum diverifikasi hampir 10 ribu lagi dan juga termasuk nanti ada data sanggahan dari masyarakat. Diharapkan bisa masuk dalam bantuan tahap dua nantinya,” ungkap Bupati Mukhlis.
Proses penyerahan bantuan diawali dengan penyerahan simbolis dari Menko PMK kepada Bupati Bireuen, dilanjutkan dengan penyerahan kepada 10 perwakilan penerima yang diundang ke Pendopo Bupati.
Kegiatan ini ditutup dengan acara buka puasa bersama yang dilaksanakan di halaman Pendopo Bupati Bireuen. Ratusan korban banjir dari berbagai kecamatan, yang didampingi oleh masing-masing camat, turut hadir dan menikmati hidangan bersama dalam suasana kekeluargaan.







