Puncak Nuzulul Quran Jatim 2026: PDI Perjuangan Jatim Hadirkan KH Fahmi Amrullah

Puncak Peringatan Nuzulul Quran 1447 H: DPD PDI Perjuangan Jatim Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian Sosial

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur akan menggelar acara puncak peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Acara sakral ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang beralamat di Jalan Raya Kendangsari, Surabaya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga penegasan komitmen partai dalam menebar manfaat dan kepedulian sosial, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.

Bacaan Lainnya

Penceramah Ternama dan Santunan untuk yang Membutuhkan

Sebagai bagian dari rangkaian acara, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur telah menjadwalkan kehadiran seorang tokoh agama terkemuka sebagai penceramah. Rencananya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah, akan hadir untuk memberikan tausiyah. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan pencerahan mendalam mengenai makna Nuzulul Quran dan relevansinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih dari sekadar pengajian, puncak peringatan Nuzulul Quran ini juga akan diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Sebanyak 500 anak yatim dan 50 janda dari berbagai penjuru wilayah akan menerima santunan. Penyaluran bantuan ini merupakan wujud konkret dari semangat berbagi dan mempererat tali persaudaraan, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam ajaran Islam.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, dalam keterangannya pada hari Selasa, 3 Maret 2026, menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur setiap tahunnya, khususnya di bulan Ramadan.

“Peringatan Nuzulul Quran ini merupakan agenda rutin DPD PDI Perjuangan Jawa Timur setiap bulan Ramadan,” ujar Deni Wicaksono.

Momentum Memperdalam Makna Spiritual dan Memperkuat Kepedulian

Peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar acara seremonial tahunan yang dilalui begitu saja. Bagi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, momen ini adalah kesempatan berharga untuk memperdalam makna spiritual dan secara bersamaan memperkuat dimensi kepedulian sosial di kalangan kader dan masyarakat.

Kehadiran KH Fahmi Amrullah dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan pencerahan yang menginspirasi. Beliau dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan relevansinya dengan konteks kebangsaan.

Acara puncak peringatan Nuzulul Quran tahun 2026 ini diproyeksikan akan dihadiri oleh berbagai elemen penting partai, meliputi jajaran pengurus DPD, anggota fraksi di legislatif, kader-kader militan, para simpatisan setia, serta masyarakat umum yang ingin turut serta dalam kemeriahan dan keberkahan acara ini.

Deni Wicaksono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, menekankan pentingnya kehadiran ulama dalam acara keagamaan seperti ini. “Kehadiran ulama dalam memberikan tausiyah tidak hanya memperkaya acara secara spiritual, tetapi juga dapat sekaligus memperkuat pesan bahwa nilai-nilai keislaman sejalan dengan semangat kebangsaan dan keadilan sosial yang senantiasa diperjuangkan oleh partai,” jelasnya. Oleh karena itu, tausiyah dari KH Fahmi Amrullah sangat dinantikan.

“Kami berharap seluruh kader dan masyarakat yang hadir dapat semakin meneguhkan komitmen untuk menghadirkan politik yang berkeadaban, berpihak pada wong cilik serta menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambah Deni, menegaskan harapan besar dari penyelenggaraan acara ini.

Harmoni Nilai Religius dan Pengabdian Sosial

Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, KH Abdul Wahab Yahya, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bagian integral dari upaya partai dalam merawat dan menjaga harmoni antara nilai-nilai religius yang luhur dengan semangat pengabdian sosial yang tak kenal lelah.

Tujuan utama dari penyelenggaraan agenda ini adalah untuk memperkuat fondasi spiritualitas para kader partai dan seluruh lapisan masyarakat yang hadir. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menghadirkan bentuk kepedulian yang nyata dan berdampak langsung bagi mereka yang membutuhkan.

“Santunan kepada 500 anak yatim dan 50 janda bukan hanya sekadar simbolis, tetapi merupakan wujud komitmen nyata bahwa kebahagiaan di bulan suci Ramadan haruslah dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali,” ujar KH Abdul Wahab Yahya.

Lebih lanjut, KH Abdul Wahab Yahya menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran mengajarkan banyak hal penting, termasuk urgensi keadilan, pentingnya kasih sayang, dan keharusan untuk selalu berpihak kepada kaum yang lemah dan rentan. Nilai-nilai luhur ini, menurutnya, sangat sejalan dan selaras dengan semangat perjuangan partai yang selama ini digelorakan, yaitu untuk memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Ramadan adalah sebuah momentum yang sangat berharga untuk memperbaiki diri, melakukan introspeksi, sekaligus memperluas manfaat dan kebaikan bagi sesama. Kami ingin memastikan bahwa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tidak hanya hadir dalam menjalankan kerja-kerja politik semata, tetapi juga hadir secara aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan dan keagamaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya, menutup penjelasannya mengenai komitmen partai dalam berbagai aspek kehidupan.

Pos terkait