Categories: Ekonomi

IHSG 4/3: Potensi 7.863, Ini Saham Rekomendasi

IHSG Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan, Support Kritis 7.863 Menanti

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, diproyeksikan akan melanjutkan tren pelemahannya. Indeks diperkirakan akan menguji level support krusial di angka 7.863. Sentimen pasar masih diliputi oleh ketegangan geopolitik yang memengaruhi pasar energi global, serta langkah-langkah agresif yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas arus perdagangan internasional.

Tim riset dari Sinarmas Sekuritas menyoroti bahwa selama IHSG belum berhasil menembus kembali ke atas level 8.047, tekanan teknikal diperkirakan akan tetap mendominasi. Namun, jika level support di 7.863 mampu bertahan dengan kokoh, peluang untuk terjadinya technical rebound atau pembalikan teknikal akan terbuka lebar. Saat ini, rating pasar tercatat berada pada level netral, yang mencerminkan kondisi wait and see atau sikap menunggu dan melihat di tengah perpaduan sentimen global dan domestik yang kompleks.

“Prediksi pasar untuk IHSG hari ini adalah akan menguji level support 7.863,” demikian tulis tim riset tersebut pada Rabu (4/3/2026).

Sentimen Domestik dan Global yang Mempengaruhi Pasar

Dari ranah domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa angka inflasi pada bulan Maret 2026 akan tetap tinggi. Hal ini utamanya disebabkan oleh faktor musiman seperti perayaan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Namun, tekanan harga diperkirakan akan mulai mereda pada bulan April, bahkan ada potensi terjadinya deflasi.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan target ambisius, yaitu 75% emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan memenuhi ketentuan free float minimum sebesar 15% pada tahun pertama. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan likuiditas pasar saham dalam jangka menengah, yang merupakan kabar baik bagi investor.

Sementara itu, sentimen global datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menegaskan bahwa AS akan secara aktif mengawal dan menjamin keamanan kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya krisis energi yang lebih parah.

Secara global, data terbaru menunjukkan bahwa inflasi di Zona Euro pada bulan Februari 2026 mengalami kenaikan menjadi 1,9%, angka ini melampaui ekspektasi pasar. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa suku bunga acuan global akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, yang dapat memengaruhi biaya pinjaman dan investasi di seluruh dunia.

Lebih lanjut, harga batu bara tercatat melonjak lebih dari 8%, mencapai US$128 per ton. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Desember 2024. Pemicu utama kenaikan harga batu bara ini adalah penghentian fasilitas produksi Liquefied Natural Gas (LNG) di Qatar akibat serangan drone yang dilakukan oleh Iran. Peristiwa ini secara otomatis mendorong peningkatan permintaan batu bara sebagai sumber energi alternatif (fuel switching) di negara-negara Asia.

Kondisi kenaikan harga batu bara ini berpotensi memberikan dorongan positif bagi saham-saham perusahaan tambang batu bara, meskipun indeks secara keseluruhan sedang mengalami tekanan. Di tengah volatilitas pasar yang tinggi ini, strategi investasi yang selektif tetap sangat disarankan bagi para investor.

Rekomendasi Saham Pilihan

Menyikapi kondisi pasar yang dinamis, Sinarmas Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham pilihan, dengan mempertimbangkan potensi pergerakan harga dan risiko yang ada.

  • PT United Tractors Tbk. (UNTR)

    • Kategori: Speculative Buy
    • Target Harga: 30.100 – 31.000
    • Area Entry (Pembelian): 28.000 – 29.475
    • Stop Loss (Batas Kerugian): 26.900
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)

    • Kategori: Speculative Buy
    • Target Harga: 10.875 – 11.200
    • Area Entry (Pembelian): 10.100 – 10.600
    • Stop Loss (Batas Kerugian): 9.700
  • PT Harum Energy Tbk. (HRUM)

    • Kategori: HOLD (Tahan)
    • Target Harga: 1.250 – 1.315
  • PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA)

    • Kategori: HOLD (Tahan)
    • Target Harga: 3.420 – 3.600
  • PT Indika Energy Tbk. (INDY)

    • Kategori: HOLD (Tahan)
    • Target Harga: 4.400 – 4.630

Penting untuk diingat bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, dan mereka bertanggung jawab penuh atas segala keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi mereka.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago