Pancur Batu, Deli Serdang – Ketidakpuasan warga Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) semakin memuncak. Setelah sebelumnya memprotes dugaan penggunaan DD tanpa musyawarah desa oleh Kepala Desa (Kades) berinisial KAW, kini warga kembali menyoroti permasalahan jalan desa yang ditembok tanpa kejelasan penyelesaiannya.
Jalan desa yang menjadi titik persoalan ini merupakan penghubung vital antara Jalan Dewantara dengan Jalan Jamin Ginting. Secara historis, jalan ini dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Jalan Tani Maju. Beberapa minggu lalu, warga telah menyampaikan kepada publik bahwa Kades Hulu telah melakukan pemasangan paving block di jalan tersebut tanpa melalui proses musyawarah desa yang seharusnya.
Sejarah dan Kepemilikan Tanah Jalan Tani Maju
Menurut penuturan warga pemilik tanah di Jalan Tani Maju, yang ditemui di sekitar lokasi pada Selasa, 17 Februari 2025, lahan yang kini ditembok awalnya merupakan milik Pa Rebok. Pa Rebok kemudian menawarkan sebagian tanahnya yang menghadap ke Jalan Dewantara kepada Pa Bukit, seorang warga Pancur Batu Kuta.
“Agar jalan itu bisa tembus dan terhubung ke Jalan Jamin Ginting, maka oleh Pa Rebok dijual kepada bapak saya, Pa Bukit, tanah yang menuju ke Jalan Jamin Ginting selebar satu meter. Dan Pa Tukang Kaleng, memberikan tanahnya yang berada di samping tanah Pa Rebok selebar setengah meter tanpa bayar. Jadi oleh warga, Jalan Tani Maju itu dulunya pintasan ke Jalan Jamin Ginting. Dan abang saya dulu bawa beca dayung yang selalu melintasi jalan tersebut untuk membawa penumpang maupun barang jualan,” ungkap Caring beru Bukit, anak dari Pa Bukit, menceritakan sejarah jalan tersebut.
Caring beru Bukit juga membeberkan bahwa pada saat proses penembokan jalan tersebut dilakukan, warga sempat melakukan aksi protes dan demonstrasi ke Kantor Kepala Desa Hulu. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2022.
Dari penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa tanah yang terletak di Jalan Jamin Ginting yang berpotensi tembus ke Jalan Dewantara melalui Jalan Tani Maju, dan kini telah ditembok, merupakan aset milik almarhum Tala Gurusinga. Tanah ini bersebelahan dengan lahan milik almarhumah Sampai beru Ginting. Di belakang tanah almarhum Tala Gurusinga, terdapat lahan milik almarhum Ngataken Bukit.
Dugaan Penjualan Tanah Desa dan Janji yang Mangkir
Warga setempat menduga kuat bahwa jalan desa yang kini tertutup tembok tersebut telah dijual oleh Kades Hulu. Dugaan ini semakin menguat mengingat kronologi masalah yang terjadi sebelumnya.
Sebelumnya, Kades berinisial KAW ini telah diberitakan menggunakan Dana Desa tanpa memperhatikan skala prioritas dan tanpa melalui musyawarah desa. Dana Desa tersebut, menurut keluhan warga Desa Hulu, dialokasikan untuk pemasangan paving block di jalan desa yang dinilai tidak memberikan manfaat signifikan bagi mayoritas warga.
“Hanya ada satu warga yang tinggal di jalan itu. Dan jalan itu buntu. Jadi warga merasa kalau pemasangan paving block itu sia-sia dan pemborosan. Padahal, dana itu bisa digunakan untuk keperluan yang lain bagi kemajuan desa,” ungkap salah seorang warga pada pemberitaan sebelumnya.
Lebih lanjut, warga menceritakan bahwa KAW, saat masih berstatus calon Kades, pernah meminta dukungan warga dengan janji manis untuk menuntaskan masalah jalan buntu tersebut, termasuk mewujudkan impian jalan yang tembus ke Jalan Jamin Ginting. Namun, kenyataan justru berbanding terbalik. Pemilik tanah yang berada di Jalan Jamin Ginting, yang lokasinya berdekatan dengan lahan yang sudah dibeli sebelumnya, justru menjual tanahnya kepada pembeli baru. Kades sebelumnya, menurut warga, membiarkan pemilik baru menembok jalan tersebut, yang menimbulkan kecurigaan adanya kerja sama antara pemilik baru dengan Kades lama.
Situasi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh KAW untuk maju sebagai calon Kades. Ia kembali mengumbar janji untuk menyelesaikan permasalahan jalan tersebut. Kala itu, warga Desa Hulu sempat berdemo ke Kantor Camat Pancur Batu terkait persoalan ini. Berkat janji-janji tersebut, warga Desa Hulu akhirnya memberikan dukungan penuh kepada KAW, yang berujung pada kemenangannya dalam pemilihan Kepala Desa.
Namun, ironisnya, setelah KAW menduduki jabatan Kepala Desa Hulu, ia tidak merealisasikan janjinya untuk menuntaskan masalah jalan tersebut. Alih-alih menyelesaikan, KAW justru melakukan pemasangan paving block di Jalan Tani Maju tanpa melalui musyawarah dengan warga desa.
Hingga berita ini ditayangkan, KAW terkesan enggan memberikan klarifikasi terkait polemik yang terjadi. Upaya untuk menghubunginya melalui nomor WhatsApp belum mendapatkan tanggapan.
Dampak dan Harapan Warga
Penembokan jalan dan pemasangan paving block tanpa musyawarah ini menimbulkan berbagai spekulasi dan kekecewaan di kalangan warga. Mereka merasa aspirasi dan kebutuhan desa tidak terakomodir dengan baik. Jalan Tani Maju yang dulunya merupakan akses penting bagi warga, kini terhalang tembok, sementara pembangunan yang dilakukan justru dinilai tidak strategis.
Warga berharap agar pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Deli Serdang, dapat segera turun tangan untuk meninjau dan menyelesaikan persoalan ini. Transparansi dalam pengelolaan Dana Desa dan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan desa menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memastikan pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan desa secara keseluruhan.
Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi lebih lanjut terkait dugaan penjualan aset desa dan penggunaan Dana Desa yang tidak sesuai peruntukannya. Keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas para pejabat publik di tingkat desa menjadi prioritas utama demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…