Categories: Lokal

Istri Ngamuk Bakar Rumah, Suami Rela Tak Dendam

Tragedi di Buton: Amarah Istri Bakar Rumah Setelah Cekcok, Suami Pilih Berlapang Dada

Sebuah peristiwa tragis mengguncang Desa Matawia, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Sabtu, 7 Februari 2026, siang. Sebuah rumah hangus dilalap api setelah pemiliknya, seorang istri, membakarnya sendiri. Kejadian ini dipicu oleh pertengkaran hebat antara pasangan suami istri tersebut. Meskipun rumah mereka kini rata dengan tanah, sang suami menunjukkan sikap yang luar biasa lapang dada dan ikhlas, bahkan menolak proses hukum lebih lanjut terhadap istrinya.

Video yang beredar memperlihatkan kobaran api melahap bangunan rumah pada siang hari. Lokasi rumah yang terpisah dari permukiman warga lain membuat warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Peristiwa ini diduga kuat berawal dari cekcok rumah tangga yang berujung pada tindakan destruktif tersebut.

Kronologi Kejadian yang Mengerikan

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Buton, Iptu Anwar, membenarkan bahwa kebakaran terjadi setelah pertengkaran antara suami istri. “Awalnya bertengkar dengan istrinya gara-gara anaknya yang masih usia 6 tahun,” ungkap Iptu Anwar pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kapolsek Wolowa, Iptu La Nasiri, merinci kronologi kejadian yang berawal sekitar pukul 12.30 Wita. Sang istri dilaporkan mendatangi rumah untuk mencari anaknya yang berinisial N. Saat ditemukan, anak tersebut dibawa pulang dan sang ibu langsung memukulnya di dalam kamar.

Suami yang berada di ruang tengah mendengar insiden tersebut dan berusaha menegur istrinya. Namun, teguran itu justru memicu amarah sang istri yang semakin menjadi-jadi, terutama setelah melihat anaknya dicekik lehernya oleh sang ibu.

Dalam kondisi emosi yang memuncak, istri tersebut keluar kamar, memukul tangan suaminya, dan mengancam akan membakar rumah. Ancaman itu bukan sekadar gertakan. Sang istri segera menuju dapur, mengambil jeriken berisi minyak tanah, dan menyiramkannya ke dinding serta lantai rumah yang terbuat dari papan.

Api pun berhasil dinyalakan oleh sang istri dengan membakar kain yang telah disiram minyak tanah, seketika melalap seluruh bangunan dengan cepat.

Kerugian dan Respons Pihak Berwenang

Dalam peristiwa kebakaran ini, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta. Upaya pemadaman dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan bantuan Polsek Wolowa menggunakan peralatan seadanya. Sayangnya, api terlalu besar dan cepat menjalar, menghabiskan seluruh bangunan rumah.

Menyikapi kejadian ini, Polres Buton mengimbau masyarakat untuk selalu menyikapi masalah rumah tangga dengan kepala dingin. “Setiap ada permasalahan dalam rumah tangga harus mengutamakan kepala dingin, dan meminta kepada keluarga yang bisa memberi solusi. Jangan menanggung beban yang tidak bisa kita pecahkan, karena akan merugikan diri sendiri,” ujar Iptu Anwar.

Sikap Lapang Dada Sang Suami: Alasan di Balik Pengampunan

Yang paling mengejutkan dari peristiwa ini adalah sikap sang suami. Ia secara tegas menyatakan tidak ingin memproses hukum istrinya atas perbuatannya. Ada alasan kuat di balik keputusan ini, yang menunjukkan kedalaman kasih sayang dan pengertian sang suami.

Iptu La Nasiri menjelaskan bahwa suami tidak meminta polisi untuk melanjutkan proses hukum dengan pertimbangan kondisi kejiwaan istrinya. Sang istri dilaporkan sering mengalami gangguan kejiwaan sejak mengalami kecelakaan dan koma selama satu pekan di rumah sakit.

Lebih lanjut, suami berinisial N ini juga mempertimbangkan kondisi psikologis keempat anak mereka. Ia bertekad untuk fokus pada pengobatan istrinya dan menjaga keutuhan keluarga. Meskipun rumah mereka kini ludes terbakar, sang suami mengaku bahwa selama ini mereka hidup rukun.

Jarak antara Desa Matawia dan Markas Polres Buton sekitar 21,9 kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan kendaraan. Namun, jarak geografis ini tampaknya tidak seberapa dibandingkan dengan jarak emosional yang harus ditempuh sang suami untuk memaafkan dan merawat istrinya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap amarah, terkadang tersimpan luka dan kerapuhan yang membutuhkan empati dan dukungan, bukan penghukuman semata. Sang suami telah menunjukkan bahwa cinta dan pengorbanan dapat melampaui kerugian materiil sebesar apapun.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

21 jam ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

21 jam ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

22 jam ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

23 jam ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

24 jam ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

1 hari ago