Jalur Trans Sulawesi kembali menjadi saksi bisu insiden tragis. Kali ini, sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Malaha, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Jumat sore, 20 Februari 2026. Insiden ini melibatkan adu jangkrik antara mobil Toyota Rush dan sepeda motor Honda Scoopy, yang mengakibatkan salah satu pengendara harus segera mendapatkan perawatan medis intensif.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 15.30 Waktu Indonesia Tengah. Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kolaka melalui Kasi Humas, Iptu Dwi Arif, kecelakaan bermula ketika sebuah sepeda motor Honda Scoopy berwarna hitam tanpa nomor polisi, yang dikendarai oleh seorang pemuda berusia 18 tahun berinisial I, warga Desa Ulu Lapao, melaju dari arah Kolaka menuju Wolo.
Saat memasuki area tikungan yang dikenal rawan di Desa Malaha, situasi berubah menjadi mencekam. Tiba-tiba, sebuah kendaraan roda empat jenis Toyota Rush dengan nomor polisi DT 19** BJ yang dikemudikan oleh seorang pria berinisial J (41), warga Kabupaten Kolaka Utara, muncul dari arah berlawanan. Keduanya bertemu secara bersamaan di titik tikungan tersebut, menciptakan momen yang tak terhindarkan bagi tabrakan.
“Keduanya bertemu secara bersamaan di titik tikungan tersebut sehingga tabrakan tidak dapat terhindarkan,” ujar Iptu Dwi Arif saat dikonfirmasi mengenai kronologi kejadian.
Benturan yang terjadi dilaporkan cukup keras, menyebabkan pengendara sepeda motor, I, mengalami luka-luka yang cukup serius. Berdasarkan laporan medis awal yang diterima, korban menderita luka lecet yang cukup parah pada bagian betis dan paha sebelah kanan. Namun, cedera yang paling mengkhawatirkan adalah pergeseran tulang pinggul atau dislokasi pada bagian kanan tubuhnya.
Kondisi korban yang cukup mengkhawatirkan mengharuskan penanganan medis segera. “Korban saat ini sedang dalam persiapan untuk dirujuk ke Rumah Sakit SMS Berjaya guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut terkait cedera tulang yang dialaminya,” tambah Iptu Dwi Arif, menegaskan urgensi penanganan medis bagi korban.
Imbauan Keselamatan Berkendara di Jalur Rawan
Menanggapi insiden yang kembali terjadi di jalur vital Trans Sulawesi ini, pihak kepolisian tidak henti-hentinya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan. Iptu Dwi Arif secara khusus menekankan pentingnya kehati-hatian, terutama bagi mereka yang melintasi area yang dikenal rawan kecelakaan.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
“Kami meminta pengendara untuk selalu menjaga kecepatan dan konsentrasi, terutama di titik-titik buta (blind spot) agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Iptu Dwi Arif, berharap kesadaran berlalu lintas dapat ditegakkan.
Jalur Trans Sulawesi di wilayah Kecamatan Samaturu sendiri memang dikenal sebagai salah satu rute yang cukup menantang. Berjarak sekitar 202 kilometer dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, waktu tempuh menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua biasanya memakan waktu antara 5 hingga 6 jam perjalanan. Kondisi jalan yang bervariasi, ditambah dengan medan yang berkelok dan tanjakan, menuntut para pengendara untuk selalu ekstra hati-hati.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…