Masjid Raodah, sebuah bangunan ikonik yang berdiri kokoh di Jalan Pendidikan Kilometer 8, Kelurahan Malaingkedi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, kini tengah dalam tahap pembenahan intensif guna menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Berlokasi strategis di jantung kawasan pertokoan Kota Sorong, masjid ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, melainkan juga telah bertransformasi menjadi pusat keilmuan dan kebanggaan bagi komunitas Muslim di ibu kota Provinsi Papua Barat Daya.
Dengan usia yang telah mencapai 31 tahun, Masjid Raodah menampilkan arsitektur yang megah dan memukau. Dindingnya berhiaskan keramik berkualitas, tiang-tiang penyangga dilapisi marmer bercorak emas, dan interiornya diperkaya dengan aneka lampu hias yang menciptakan nuansa Timur Tengah yang kental dan eksotis. Keindahan arsitektur ini berpadu dengan kapasitasnya yang mampu menampung sekitar 800 hingga 1.000 jemaah, menjadikannya salah satu masjid terbesar dan paling representatif di wilayah tersebut.
Perjalanan renovasi dan pengembangan Masjid Raodah menjadi lebih masif sejak tahun 2020, seiring dengan peralihan kepengurusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari generasi sebelumnya kepada generasi yang lebih muda. Muhammad Tahir Gani, Ketua DKM Raodah yang berusia 54 tahun, mengungkapkan bahwa transisi kepengurusan ini membawa gelombang inovasi dan gagasan baru.
“Sejak 2020 kami mulai berbenah, setelah kepengurusan beralih dari orang tua kepada kami hingga sekarang,” ujar Tahir. Ia menambahkan bahwa semangat dan ide-ide segar dari kelompok muda menjadi motor penggerak utama dalam berbagai program yang dijalankan DKM.
Lebih dari sekadar memperindah fisik bangunan, DKM Raodah memiliki visi ambisius untuk menjadikan masjid ini sebagai episentrum pendalaman ilmu pengetahuan agama di Kota Sorong. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program keagamaan yang dirancang secara cermat, terutama selama bulan Ramadan.
Menyambut Ramadan tahun ini, DKM Raodah telah menyiapkan serangkaian program keagamaan yang diharapkan dapat memperkaya spiritualitas dan pengetahuan para jemaah. Salah satu fokus utama adalah mendatangkan mubaligh ternama dari luar Papua untuk memberikan perspektif baru dan memperdalam pemahaman keagamaan.
“Setiap Ramadan kami berusaha mendatangkan mubaligh dari luar Papua agar suasana keilmuan semakin terasa,” jelas Tahir.
Pada Ramadan 1447 H, Masjid Raodah akan menghadirkan Ustaz Muh Nur Khalili, seorang ulama yang dikenal memiliki keahlian mendalam dalam kitab-kitab klasik. Kajian yang akan disampaikan oleh Ustaz Khalili akan berfokus pada pendalaman isi dan makna kitab-kitab agama, melampaui sekadar ibadah salat dan membaca Al-Qur’an.
“Biasanya setelah salat berjamaah, beliau menyampaikan kajian seputar kitab-kitab agar jamaah bisa lebih memahami isi dan maknanya. Kami ingin Ramadan tidak hanya fokus pada salat dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pendalaman kitab,” terang Tahir.
Selain itu, untuk memperkaya pengalaman salat berjamaah, DKM juga mengundang Ustadz Muhammad Affandi, seorang imam terkemuka dari Masjid Raya Makassar. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan nuansa spiritual yang berbeda bagi para jemaah.
Puncak kemeriahan ibadah di 10 malam terakhir Ramadan akan semakin terasa dengan kehadiran imam istimewa dari Mekkah, Syekh Awal Al-Makki Al-Banjari. Kehadiran imam berskala internasional ini dipandang sangat tepat untuk memimpin salat Qiyamul Lail dan ibadah malam lainnya, mengingat intensitas ibadah pada periode tersebut.
“Kita tahu pada 10 malam terakhir banyak ibadah, termasuk salat Qiyamul Lail. Sangat tepat jika dipimpin imam dengan rekam jejak berskala internasional,” ujar Tahir.
Selain fokus pada kegiatan keagamaan dan keilmuan, DKM Raodah juga berkomitmen untuk mempertahankan tradisi buka puasa bersama yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana Ramadan di masjid ini. Setiap harinya, masjid akan menyediakan 500 hingga 600 porsi makanan untuk dibagikan kepada jemaah yang berbuka puasa di sana.
Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, tradisi ini akan diperluas dengan penyediaan sahur bersama. Fasilitas ini ditujukan bagi jemaah yang memilih untuk menghabiskan malam dengan Qiyamul Lail dan ibadah lainnya di Masjid Raodah.
DKM Raodah berharap, dengan segala persiapan dan program yang telah dirancang, baik dari sisi pembenahan fisik maupun kegiatan keagamaan, Masjid Raodah dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan tahun ini. Transformasi Masjid Raodah menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat keilmuan dan kebersamaan, diharapkan akan terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Sorong.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…