Pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan PSM Makassar yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat (20/2) memang menyajikan drama di lapangan hijau. Dalam laga yang menandai dimulainya kompetisi di bulan suci Ramadhan ini, Persija berhasil memetik kemenangan tipis 2-1 atas tim tamu. Gol-gol kemenangan tim Macan Kemayoran dicetak oleh Alaeddine Ajaraie di menit ke-30 dan Maxwell Souza di menit ke-67. Sementara itu, PSM Makassar hanya mampu membalas satu gol melalui Sheriddin Boboev di menit ke-37.
Namun, di balik sorak sorai kemenangan dan ketegangan pertandingan, muncul sebuah catatan penting yang dinilai dapat mengurangi kualitas kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Ketiadaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) menjadi poin krusial yang disuarakan oleh kedua pelatih tim yang bertanding, yakni Tomas Trucha dari PSM Makassar dan Mauricio Souza dari Persija Jakarta.
Bagi pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, absennya VAR dalam laga krusial melawan Persija terasa sangat janggal. Ia mengungkapkan kekecewaannya dan menilai situasi ini sangat merugikan bagi perkembangan sepak bola Indonesia, terutama pada level kompetisi teratas.
“Satu hal yang aneh bagi saya, dan sangat tidak baik untuk sepak bola Indonesia, adalah pertandingan ini tidak menggunakan VAR,” ujar Trucha usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa ketiadaan VAR sangat disesalkan mengingat teknologi ini telah terbukti meningkatkan kualitas liga secara signifikan. Terlebih lagi, pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang dan prestisius di kancah sepak bola nasional, Persija dan PSM, yang merupakan bagian dari lima klub pendiri PSSI dan Liga Indonesia.
Trucha menekankan bahwa ia tidak bermaksud menyalahkan absennya VAR sebagai faktor penentu hasil pertandingan, namun ia meyakini bahwa teknologi ini seharusnya tetap tersedia demi profesionalisme dan tontonan yang lebih baik bagi para penggemar sepak bola, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang menonton melalui layar kaca. “Jika Anda melihat sejarahnya, dan juga untuk pelayanan bagi penonton di stadion dan penonton yang menonton di TV, VAR seharusnya berfungsi. Jadi saya pikir ini tidak baik,” tegasnya.
Kekecewaan serupa juga dilontarkan oleh pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. Ia menyayangkan bahwa laga sepenting melawan PSM Makassar tidak dapat difasilitasi dengan penggunaan VAR. Menurut Souza, keberadaan VAR sangat esensial untuk membantu para wasit dalam mengambil keputusan yang tepat, terutama ketika terdapat keraguan atau potensi kesalahan dalam sebuah insiden di lapangan.
“Saya rasa sangat disayangkan tidak ada VAR. Saya rasa bila ada hal apapun yang menjadi keraguan dalam setiap permainan, maka VAR dapat mengklarifikasinya. Ya, terutama ketika intervensi VAR bentar,” ungkap Souza.
Meskipun demikian, Mauricio Souza menyadari bahwa urusan teknis terkait VAR berada di luar kewenangan tim pelatih. Ia memahami bahwa keputusan mengenai implementasi dan operasional VAR merupakan ranah dari operator kompetisi, dalam hal ini I.League.
“Jika ada VAR, mereka bisa masuk dalam pengambilan keputusan dan menentukan siapa yang membuat kesalahan. Tapi kita sudah diperingatkan bahwa tidak akan ada VAR dan tidak ada yang bisa kita lakukan,” tutur Souza. Pernyataan ini menunjukkan adanya penerimaan terhadap situasi yang ada, meskipun tetap menyisakan rasa prihatin terhadap kualitas pertandingan yang bisa saja terpengaruh.
Absennya VAR dalam pertandingan Persija Jakarta vs PSM Makassar ini menandai kali pertama musim Super League 2025/2026 menggelar laga tanpa bantuan teknologi canggih tersebut. Sejak awal musim, VAR telah menjadi bagian integral dalam membantu tugas para pengadil lapangan, dan implementasinya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Ketiadaan VAR dalam laga ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan dan keandalan infrastruktur pendukung kompetisi. Kesalahan teknis yang menyebabkan absennya VAR tentu menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara liga. Hal ini tidak hanya berdampak pada kualitas pertandingan itu sendiri, tetapi juga pada persepsi publik terhadap profesionalisme dan standar kompetisi sepak bola Indonesia di mata internasional.
Penggunaan VAR bukan sekadar tentang meminimalkan kesalahan wasit, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik terhadap integritas pertandingan. Ketika teknologi yang seharusnya menjadi jaring pengaman tidak berfungsi, potensi munculnya kontroversi dan ketidakpuasan akan semakin besar.
Pertandingan Persija vs PSM seharusnya menjadi sorotan atas performa kedua tim dan jalannya kompetisi. Namun, isu ketiadaan VAR justru membayangi keseruan laga tersebut. Harapannya, insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi pihak terkait. Perbaikan sistem dan kesiapan teknis menjadi krusial agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kualitas kompetisi Super League 2025/2026 bergantung pada berbagai faktor, termasuk kualitas pemain, taktik pelatih, kepemimpinan wasit, dan tentu saja, dukungan teknologi yang memadai. Dengan absennya VAR, setidaknya ada satu aspek penting yang perlu segera dibenahi demi menjaga standar dan martabat sepak bola Indonesia.
Para penggemar sepak bola tentu berharap agar setiap pertandingan dapat berjalan dengan adil dan profesional, di mana setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan teknologi yang memadai. Kehadiran VAR bukan lagi kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan untuk memastikan integritas dan kualitas kompetisi di era modern.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…