Modus Penipuan Bermodus Bisnis, Polisi Amankan TNI Gadungan di Mamuju
Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial APB atas dugaan penipuan dengan mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) gadungan. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan mengenai aksi penipuan yang dilakukan pelaku terhadap sejumlah wanita dengan modus mengajak kerjasama bisnis.
Iptu Herman Basir, Kasi Humas Polresta Mamuju, membenarkan informasi penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku diamankan di kediaman mertuanya yang berada di Kecamatan Sampaga tanpa perlawanan. “Benar, tim Resmob telah mengamankan terduga pelaku APB di rumah mertuanya di Sampaga,” ungkap Iptu Herman di Mapolresta Mamuju, Senin (26/1/2026).
Penangkapan APB bermula dari kecurigaan masyarakat terkait status keanggotaannya sebagai anggota TNI. Pihak kepolisian kemudian melakukan koordinasi dan penyelidikan mendalam untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Hasilnya, dipastikan bahwa APB tidak terdaftar sebagai anggota TNI. “Setelah dilakukan penyelidikan, dipastikan bahwa terduga pelaku tersebut bukan anggota TNI atau gadungan,” tegas Iptu Herman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa APB telah berhasil memperdaya enam orang wanita. Pelaku menggunakan identitas palsunya sebagai anggota TNI untuk meyakinkan para korban. Modus yang digunakan adalah mengajak korban untuk bekerja sama dalam sebuah bisnis fiktif. Salah satu korban bahkan telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Mamuju setelah mengalami kerugian materiil yang cukup besar.
“Ada enam orang perempuan yang diperdaya. Korban terakhir melaporkan kerugian sebesar Rp 7 juta setelah diajak bekerja sama untuk membuka usaha oleh pelaku,” jelas Iptu Herman. Korban terpedaya oleh janji manis pelaku yang menawarkan keuntungan besar dalam bisnis tersebut. Namun, setelah menyerahkan sejumlah uang, korban tidak pernah menerima keuntungan yang dijanjikan.
Saat ini, APB telah diamankan di Mapolresta Mamuju untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian akan melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain serta motif di balik penyamaran pelaku. Beberapa hal yang menjadi fokus penyelidikan antara lain:
Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap orang yang baru dikenal, terutama jika orang tersebut menawarkan kerjasama bisnis atau investasi dengan iming-iming keuntungan yang tidak masuk akal. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku sebagai anggota TNI atau instansi pemerintah lainnya.
Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari menjadi korban penipuan:
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari menjadi korban penipuan.
Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…
Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…
Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…
Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…
Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…