Categories: Breaking News

Longsor Cisarua: Estafet Evakuasi di Jalur Terjal

Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus diintensifkan oleh Tim SAR Gabungan. Bencana longsor yang terjadi pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, telah menimbun puluhan rumah dan menyebabkan puluhan warga dinyatakan hilang. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan tanpa henti.

Hingga Minggu, 25 Januari 2026, Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi 25 kantong jenazah. Penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan, di mana 14 jenazah ditemukan pada hari kedua pencarian.

Rincian Penemuan Jenazah

  • Worksite A1: 7 jenazah
  • Worksite A2: 6 jenazah
  • Worksite B1: 1 jenazah

“Total jumlah korban saat ini yang telah ditemukan adalah 25 bodypack (kantong jenazah). Selain itu, 23 orang berhasil selamat, dan kurang lebih 80 orang masih dalam proses pencarian,” jelas Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, pada Minggu sore.

Proses Evakuasi yang Menantang

Kondisi medan yang terjal menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi. Setelah berhasil diangkat dari reruntuhan tanah, jenazah korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Namun, karena sulitnya akses, petugas harus melakukan estafet untuk membawa jenazah ke mobil ambulans. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar petugas menjadi kunci kelancaran proses evakuasi ini.

Strategi Pencarian Tim SAR Gabungan

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian sejak pagi hari, dengan fokus utama pada dua sektor, yaitu sektor Alpha dan sektor Bravo. Metode pencarian yang digunakan meliputi penggunaan alat berat, pencarian manual oleh tim di lapangan, serta pemantauan dari udara menggunakan drone UAV. Kombinasi metode ini diharapkan dapat memaksimalkan efektivitas pencarian dan mempercepat penemuan korban.

Dugaan Penyebab Longsor: Alih Fungsi Lahan Jadi Sorotan

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) turut serta dalam upaya investigasi untuk mencari tahu penyebab utama terjadinya longsor di Desa Pasirlangu. Salah satu dugaan sementara adalah adanya alih fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi lahan pertanian sayuran. Perubahan tata ruang ini diduga dapat mempengaruhi kestabilan tanah dan meningkatkan risiko longsor.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa kajian mendalam bersama tim ahli dari berbagai bidang, termasuk akademisi dan BRIN, akan segera dilakukan. “Kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detil bersama para ekspert dari akademisi, dari BRIN, dan lain-lain untuk merumuskan langkah-langkah ini,” ujarnya di lokasi kejadian, Minggu (25/1/2026).

Curah Hujan dan Faktor Alam

Selain alih fungsi lahan, faktor curah hujan juga menjadi perhatian. Data dari BMKG menunjukkan bahwa selama empat hari berturut-turut terjadi hujan di wilayah tersebut, dengan curah hujan tertinggi mencapai 68 mm per hari. Meskipun demikian, Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq menilai bahwa curah hujan ini sebenarnya tidak terlalu ekstrem jika dibandingkan dengan kejadian serupa di daerah lain.

“Jadi sebenarnya, curah hujan ini tidak terlalu sangat tinggi sekali dibandingkan waktu kasus Aceh yang mencapai 145 bahkan 200 mm per day yang jatuh selama 4 hari atau kasus Ciliwung,” jelasnya.

Meskipun demikian, kombinasi antara curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi lahan yang mungkin telah mengalami perubahan struktural akibat alih fungsi lahan, dapat menjadi faktor pemicu terjadinya longsor. Investigasi lebih lanjut akan terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab pasti dari bencana ini.

Pencarian korban longsor terus berlanjut dengan harapan dapat menemukan seluruh korban yang masih hilang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat musim hujan, serta melaporkan setiap potensi ancaman bencana kepada pihak berwenang.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

3 bulan ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

3 bulan ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

3 bulan ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

3 bulan ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

3 bulan ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

3 bulan ago