Pada hari Senin, 9 Februari 2026, pasar emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Harga emas Logam Mulia (LM) Antam melonjak Rp20.000, mencapai angka Rp2.940.000 per gram. Kenaikan ini juga tercermin pada harga buyback, yang naik Rp28.000 menjadi Rp2.734.000 per gram. Harga buyback sendiri merupakan harga yang ditetapkan Antam ketika membeli kembali emas logam mulia dari konsumen yang menjualnya kembali ke Butik Antam.
Kenaikan harga ini memberikan sinyal positif bagi para investor emas, meskipun penting untuk selalu memantau pergerakan pasar yang dinamis. Fluktuasi harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik, termasuk kebijakan moneter, ketidakpastian ekonomi, dan permintaan pasar.
Antam menyediakan emas dalam berbagai ukuran atau pecahan untuk memenuhi kebutuhan investor yang beragam. Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam per 9 Februari 2026 dalam berbagai pecahan:
Perlu dicatat bahwa harga jual yang tertera di atas belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan. Bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), besaran pajaknya adalah 0,45 persen. Namun, bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, dikenakan potongan pajak yang lebih tinggi, yaitu sebesar 0,9 persen.
Dalam dunia investasi, setiap instrumen memiliki profil risiko yang berbeda, mulai dari rendah, moderat, hingga tinggi. Emas fisik, atau logam mulia, secara umum dikategorikan sebagai instrumen investasi berisiko rendah.
Meskipun demikian, emas fisik juga memiliki risiko inheren, terutama terkait potensi kehilangan atau pencurian, apalagi jika sering dibawa bepergian. Perencana keuangan menjelaskan bahwa emas dikategorikan berisiko rendah karena potensi pertumbuhannya seringkali melampaui bunga deposito bank. Selain itu, emas juga memiliki likuiditas yang cukup baik, artinya mudah diperjualbelikan. Namun, sisi lain dari kemudahan mobilitasnya juga membuatnya rentan terhadap risiko pencurian.
Penting bagi masyarakat untuk memahami karakteristik setiap instrumen investasi. Instrumen yang memiliki risiko rendah biasanya menawarkan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, instrumen dengan potensi imbal hasil yang lebih besar akan datang dengan risiko yang lebih tinggi pula, sesuai dengan prinsip “high risk high return”. Oleh karena itu, investor tidak seharusnya berasumsi bahwa investasi berisiko rendah akan memberikan imbal hasil yang tinggi.
Untuk mengetahui apakah investasi emas Anda menghasilkan keuntungan, Anda perlu menghitung selisih antara harga jual dan harga beli emas. Mari kita gunakan contoh harga Antam pada 9 Februari 2026:
Dalam skenario ini, terdapat selisih sebesar Rp206.000 antara harga beli dan harga jual kembali. Ini berarti, jika Anda membeli emas pada harga Rp2.940.000 dan ingin menjualnya kembali pada hari yang sama dengan harga buyback Rp2.734.000, Anda akan mengalami kerugian sebesar Rp206.000.
Untuk meraih keuntungan, Anda harus menunggu hingga selisih antara harga jual dan harga beli melebihi biaya pembelian awal. Misalnya, jika Anda membeli emas seharga Rp2.940.000 pada pagi hari dan ingin menjualnya pada sore hari yang sama, Anda kemungkinan besar akan merugi.
Inilah mengapa emas seringkali dianggap sebagai instrumen investasi jangka panjang. Keuntungan yang signifikan biasanya baru dapat direalisasikan setelah periode waktu yang cukup lama, di mana harga emas memiliki kesempatan untuk bergerak naik secara substansial.
Meskipun pada tanggal 9 Februari 2026 harga emas Antam mengalami kenaikan, perlu diingat bahwa pasar emas bersifat fluktuatif. Analisis pergerakan harga emas dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya tren yang bervariasi. Sebelum kenaikan di awal Februari, harga emas Antam sempat mengalami penurunan, bahkan menyentuh kisaran Rp2,9 jutaan per gram.
Fluktuasi ini menegaskan pentingnya bagi investor untuk tidak hanya terpaku pada satu titik waktu, tetapi juga memahami tren jangka pendek dan jangka panjang. Memantau berita ekonomi global, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi pergerakan harga emas di masa depan.
Bagi investor yang baru memulai, disarankan untuk melakukan riset mendalam, berkonsultasi dengan penasihat keuangan, dan mempertimbangkan tujuan investasi serta toleransi risiko mereka sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam emas. Diversifikasi portofolio investasi juga merupakan strategi penting untuk mengelola risiko secara efektif.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami berbagai catatan yang ditemukan dalam penyidikan kasus suap impor…
Program Pendidikan Pilot Lokal untuk Meningkatkan Konektivitas di Malinau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memiliki rencana…
Warga Perumahan Bukit Pamulang Indah Menghadapi Banjir yang Berlangsung Selama Tiga Hari Berturut-Turut Warga di…
Kehidupan Anak yang Menggemparkan Dunia Pendidikan Seorang guru SD di TikTok dengan akun @ererey_16 membagikan…
Kehadiran Lim Ji Yeon dalam Drama dan Film Fantasi Lim Ji Yeon kembali menunjukkan kemampuan…
Jadwal dan Prediksi Laga PSPS Pekanbaru vs Persekat Tegal Laga antara PSPS Pekanbaru dan Persekat…