Tragedi Maut di Jembatan Siak II: Dua Nyawa Melayang Akibat Tabrakan Beruntun
Pekanbaru – Jalan Siak II, Pekanbaru, menjadi saksi bisu tragedi lalu lintas yang merenggut dua nyawa pada Sabtu malam, 21 Februari 2026. Insiden nahas yang terjadi di pangkal Jembatan Siak II ini melibatkan sebuah truk, truk lain yang identitasnya belum diketahui, serta sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua korban jiwa. Peristiwa yang diduga kuat akibat rem blong pada salah satu truk ini telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Kecelakaan maut tersebut berlangsung sekitar pukul 21.50 WIB di jalur timur Jalan Siak II, tepat di depan Masjid Raya Kecamatan Rumbai. Dua korban yang tewas adalah Rohaniah (56 tahun) dan keponakannya, Keysha Rizal (18 tahun). Keduanya sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BM 2152 AAB.
Menurut keterangan dari Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana, kronologi kejadian berawal ketika sebuah truk Mitsubishi dengan nomor polisi BM 8892 BU melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Siak II. Saat mendekati pangkal jembatan yang memiliki kondisi sedikit menanjak, kendaraan tersebut diduga mengalami masalah pada sistem pengeremannya.
“Sesampainya di pangkal jembatan yang kondisinya sedikit menanjak, diduga kendaraan mengalami rem blong sehingga menabrak truk yang berada di depannya. Karena tidak bisa berhenti, kendaraan tersebut kemudian bergerak mundur,” jelas AKP Satrio.
Dalam situasi yang mencekam tersebut, saat truk yang mengalami rem blong tersebut bergerak mundur dan pengemudinya membanting setir ke arah kiri, secara bersamaan melintas sepeda motor yang dikendarai oleh Keysha Rizal, membonceng bibinya, Rohaniah. Posisi sepeda motor berada tepat di sisi belakang kiri truk yang mundur.
“Sepeda motor berada di sisi belakang kiri kendaraan. Karena jarak sudah sangat dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Korban bersama sepeda motornya terlindas ban belakang sebelah kiri mobil tersebut,” papar AKP Satrio.
Dampak Mengerikan dan Upaya Penyelamatan yang Gagal
Akibat hantaman keras dan terlindas ban truk, Rohaniah dinyatakan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Ia mengalami luka berat yang sangat parah di bagian kepala dan wajah. Sementara itu, Keysha Rizal, meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru dengan harapan mendapatkan pertolongan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Ia akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka serius yang dideritanya.
Tragedi ini semakin pelik dengan fakta bahwa pengemudi truk yang terlibat dalam kecelakaan, yang diduga menyebabkan kedua korban meninggal dunia, dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian. Pihak kepolisian kini sedang gencar melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengemudi tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pengemudi yang melarikan diri. Dugaan sementara kecelakaan dipicu kegagalan fungsi rem, namun tetap akan kami dalami melalui pemeriksaan teknis kendaraan dan saksi-saksi,” tegas AKP Satrio.
Analisis Lokasi Kejadian dan Kerusakan Kendaraan
Tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan menganalisis penyebab kecelakaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi jalan di lokasi kejadian dilaporkan beraspal, satu arah, dan lurus. Lokasi tersebut berada tepat di pangkal jembatan tanpa marka jalan yang jelas. Arus lalu lintas pada saat kejadian tergolong sedang.
Kecelakaan ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada kendaraan yang terlibat. Truk yang diduga mengalami rem blong mengalami kerusakan di bagian depan kanan, sementara kaca spion kanannya hancur lebur. Sepeda motor korban juga mengalami kerusakan berat, terutama di bagian depan dan sisi kanan.
Faktor yang Diduga Memicu Kecelakaan
Beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan tragis ini, antara lain:
- Kegagalan Fungsi Rem (Rem Blong): Ini adalah dugaan utama penyebab kecelakaan, yang menyebabkan truk tidak dapat berhenti dan malah bergerak mundur.
- Kondisi Jalan Menanjak: Meskipun tidak terlalu curam, tanjakan di pangkal jembatan dapat memperberat beban kerja sistem pengereman, terutama jika ada masalah teknis.
- Kurangnya Marka Jalan: Ketiadaan marka jalan yang jelas di pangkal jembatan dapat mengurangi kesadaran pengemudi mengenai batas-batas aman dan potensi bahaya.
- Kelalaian Pengemudi Truk: Tindakan pengemudi yang melarikan diri setelah kejadian menunjukkan adanya unsur kelalaian atau upaya menghindari tanggung jawab.
Pihak kepolisian terus berupaya keras untuk menuntaskan penyelidikan ini, tidak hanya untuk menemukan pengemudi yang melarikan diri, tetapi juga untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Pengumpulan keterangan dari saksi-saksi mata dan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi teknis kendaraan yang terlibat akan menjadi kunci dalam mengungkap tabir misteri di balik tragedi Jembatan Siak II ini.







