Categories: lifestyle

Sahur: 4 Keistimewaan Tak Terhingga, dari Tak Dihisab hingga Berkah Umat Islam

Keutamaan Sahur: Berkah, Doa Malaikat, dan Keistimewaan bagi Umat Islam

Sahur, sebuah ritual makan dan minum yang dilakukan menjelang fajar sebelum menjalankan ibadah puasa, bukan sekadar kewajiban logistik. Aktivitas ini menyimpan kekayaan makna dan keutamaan spiritual yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Bahkan, anjuran untuk bersahur begitu kuat hingga disebutkan bahwa meski hanya seteguk air, keberkahannya tetap terasa.

Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya menegaskan pentingnya sahur:
“Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,’” (HR Ahmad).

Hadis ini secara gamblang menunjukkan bahwa sahur adalah sumber keberkahan. Lebih menakjubkan lagi, para malaikat pun turut mendoakan mereka yang melaksanakan sahur. Ini berarti, dengan hanya melakukan sahur, kita secara otomatis mendapatkan limpahan doa dari para malaikat. Keistimewaan ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa sahur tidak boleh dilewatkan.

Selain mendapatkan doa malaikat, terdapat sejumlah hikmah dan keutamaan lain yang melekat pada ibadah sahur.

Keutamaan Sahur yang Perlu Diketahui

Pelaksanaan sahur membawa berbagai manfaat spiritual dan fisik yang signifikan bagi seorang Muslim yang berpuasa.

1. Bebas dari Hisab (Perhitungan Amal)

Setiap perbuatan manusia, sekecil apapun, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Ini mencakup asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Namun, ada pengecualian menarik untuk makanan sahur.

Menurut sebuah hadis, ada tiga jenis makanan yang tidak akan diperhitungkan oleh Allah SWT:
“Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain.” (HR al-Azdra’i)

Artinya, makanan yang dikonsumsi saat sahur terbebas dari hisab. Ini memberikan sebuah keringanan dan keistimewaan tersendiri bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

2. Manifestasi Kasih Sayang Allah

Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Kewajiban puasa bukan dimaksudkan untuk menyiksa umatnya hingga kelaparan. Justru sebaliknya, Islam menganjurkan sahur sebagai upaya untuk meringankan beban puasa.

Dengan mengonsumsi makanan dan minuman saat sahur, tubuh mendapatkan tambahan energi dan stamina. Hal ini sangat penting untuk menjaga agar umat Islam tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik selama berpuasa di bulan Ramadan. Dianjurkannya sahur adalah bukti nyata dari bentuk kasih sayang Islam terhadap para pemeluknya, memastikan mereka dapat beribadah dengan optimal tanpa terbebani rasa lapar yang berlebihan.

3. Kesempatan Emas di Waktu Mustajab

Waktu sahur dikenal sebagai salah satu waktu yang mustajab, yaitu waktu di mana doa-doa seorang hamba lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan bangun untuk sahur, seorang Muslim mendapatkan kesempatan berharga untuk berdoa, memohon segala hajat, atau melakukan ibadah lainnya di momen yang penuh berkah ini.

Lebih dari itu, melaksanakan sahur seringkali mempermudah seseorang untuk mendirikan shalat Subuh tepat pada waktunya, bahkan di awal waktu. Bagi sebagian orang, ini bisa menjadi tantangan tersendiri jika tidak didahului dengan aktivitas sahur.

4. Keistimewaan Khusus bagi Umat Islam

Ibadah puasa bukanlah ibadah yang eksklusif bagi umat Nabi Muhammad SAW. Umat-umat sebelumnya, seperti kaum Yahudi dan Nasrani, juga dikenal pernah melaksanakan puasa. Namun, ada satu perbedaan mendasar yang membedakan puasa umat Islam dengan umat terdahulu: anjuran untuk melaksanakan sahur.

Anjuran untuk bersahur ini adalah sebuah keistimewaan yang secara khusus diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur”. (HR Muslim).

Perbedaan ini menegaskan betapa berharganya ritual sahur dalam syariat Islam, menjadikannya salah satu ciri khas dan keutamaan yang patut disyukuri dan dijaga oleh setiap Muslim. Dengan memahami keutamaan-keutamaan ini, diharapkan setiap Muslim semakin termotivasi untuk tidak meninggalkan sahur, bahkan ketika hanya mampu meminum seteguk air sekalipun.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Astaga, lahan KAI untuk rusun Tanah Abang diserobot pihak lain

Pemerintah Akan Bangun Rumah Susun di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pemerintah Indonesia berencana membangun rumah…

8 jam ago

Denada & Ressa: Haru Bertemu dalam Tangis

Denada Akhirnya Bertemu Putra Kandung Setelah 24 Tahun Terpisah: Momen Penuh Haru dan Klarifikasi Setelah…

8 jam ago

Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Sienna Saat Putuskan Lepas Hijab, Ini Alasannya

Pendekatan Orang Tua yang Berbeda dalam Menghadapi Perubahan Anak Keputusan Sienna untuk melepas hijab belakangan…

9 jam ago

Mengapa Lulusan RPL Jadi Incaran di Dunia Teknologi?

JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan utama di hampir semua sektor…

10 jam ago

Veda Sadar Diri, Juara Red Bull Rookies Cup Tampil Gesit di COTA

Alvaro Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, kembali mengungkap perjuangannya dalam meraih podium secara dramatis…

11 jam ago

5 Fakta Mencengangkan Persib Bandung Kalahkan Semen Padang: 2 Rekor Tak Terduga, Bintang Persija Terpengaruh

Lima Fakta Mencengangkan Persib Bandung yang Mengalahkan Semen Padang Pertandingan antara Persib Bandung dan Semen…

12 jam ago